Konten dari Pengguna

Upacara Keagamaan Buddha dan Waktu Pelaksanaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi upacara keagamaan Budhha. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi upacara keagamaan Budhha. Sumber: Unsplash

Buddha merupakan salah satu ajaran agama yang ada di Indonesia. Mengutip dari buku Pendamping Siswa Cerdas Modul PKN SD/MI Kelas V, Sukanti (2019: 64), jumlah pemeluk agama Buddha termasuk yang terbesar ke lima di tanah air. Oleh karena itu, kita bisa mendapati sejumlah vihara di beberapa wilayah Indonesia sebagai tempat diselenggarakannya upacara keagamaan Buddha.

Sama seperti agama lainnya, agama Buddha juga memiliki hari-hari khusus dimana para pemeluknya akan menyelenggarakan upacara keagamaan Buddha. Misalnya saja pada saat peringatan Hari Raya Waisak, Kathina, Ashada, ataupun Magha Puja.

Mengenal Upacara Keagamaan Buddha

Pada dasarnya Sang Buddha diyakini tidak pernah mengajarkan tentang penyelenggaraan upacara keagamaan secara langsung, namun seiring berjalannya waktu maka pemeluk Budhha mulai melakukan upacara sebagai bentuk penghormatan bagi Sang Budhha. Dikutip dari buku Modul Pendidikan Upacara Puja Bakti, Bhiksuni Bhadrasudhiyanti Juli dan Lamirin (2021), berikut adalah beberapa upacara keagamaan Buddha yang menarik untuk diketahui:

Ilustrasi upacara keagamaan Budhha. Sumber: Unsplash
  • Upacara Vatta, yakni upacara untuk penasbihan bhikku dan samanera sebagaimana kebiasaan yang ada di masa Sang Buddha masih hidup. Upacara ini meliputi perawatan Sang Budhha, membersihkan ruangan, mengisi air, dan berkumpul bersama mendengarkan khotbah.

  • Upacara Puja Bakti, yakni upacara dengan pendarasan kitab suci Tripitaka pada hari-hari suci seperti Hari Raya Waisak, Khatina, dan lain sebagainya. Upacara ini diselenggarakan untuk mengungkapkan keimanan (Sradha) kepada Tri Ratna.

  • Upacara Asadha Puja/Asalha Puja, dilakukan untuk memperingati peristiwa pemaparan Dharma oleh Budhha untuk pertamakalinya kepada 5 orang petapa (Panca Vagiya). Upacara ini dilakukan pada 2 bulan seusai Hari Raya Waisak.

Secara umum pelaksanaan upacara keagamaan Buddha tersebut mengandung prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Menghormati serta merenungkan sifat-sifat luhur Sang Tiratana Buddha

  2. Menguatkan keyakinan (Saddha) pemeluk agama Buddha dengan tekad (Adhitthana)

  3. Menjaga empat kediaman luhur (Brahma Vihara)

  4. Merenungkan kembali khotbah-khotbah Sang Buddha untuk diamalkan dalam keseharian

  5. Melaksanakan Anumodana, yaitu `melimpahkan’ jasa perbuatan baik kita kepada makhluk lain

Demikianlah ulasan singkat mengenai upacara keagamaan Buddha beserta waktu pelaksanaannya yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi tadi dapat memberikan manfaat! (HAI)