Konten dari Pengguna

Upacara Keagamaan Buddha: Sejarah, Makna, dan Manfaatnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pixabay.com - upacara keagamaan buddha
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.com - upacara keagamaan buddha

Sebagai warga negara yang masyarakatnya majemuk dan terdiri dari berbagai agama dan kepercayaaan, kita pasti pernah melihat, baik secara langsung atau tidak, upacara keagamaan Buddha yang diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu.

Upacara keagamaan Buddha biasanya akan dilaksanakan pada saat hari raya waisak, namun juga sering dilakukan pada hari-hari tertentu menurut ajaran agama Buddha.

Melansir dari buku Sejarah Buddhisme: Dari Awal Hingga Penurunannya di India, Tobias Lanslor, agama Buddha merupakan agama terbesar keempat di dunia yang memiliki lebih dari 520 juta pengikut, atau lebih dari 7% populasi dunia, yang dikenal sebagai Buddhis.

Agama Buddha meliputi beragam ilmu, nilai tradisi, filosofi, keyakinan dan kepercayaan, meditasi, dan praktik spiritual yang sebagian besar berdasarkan pada ajaran-ajaran awal yang dikaitkan dengan Buddha dan menghasilkan filsafat yang ditafsirkan.

Penjelasan Mengenai Upacara Keagamaan Buddha

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai sejarah, makna, dan manfaat dilaksanakannya upacara agama Buddha.

Sejarah upacara keagamaan Buddha

Pada dasarnya, Sang Buddha tidak pernah mengajarkan cara upacara secara langsung, Sang Buddha hanya mengajarkan Dhamma agar semua makhluk terbebas dari penderitaan. Upacara yang ada pada saat itu hanyalah upacara penahbisan bhikkhu & samanera.

Sementara upacara yang sering kita lihat saat ini merupakan perkembangan dari kebiasaan yang ada, yang terjadi sewaktu Sang Buddha masih hidup, yaitu yang disebut `Vattha’, yang artinya kewajiban yang harus dipenuhi oleh para bhikkhu seperti merawat Sang Buddha, membersihkan ruangan, mengisi air, dsb; dan kemudian mereka semua bersama dengan umat lalu duduk mendengarkan khotbah Sang Buddha.

Setelah Sang Buddha parinibbana, para bhikkhu dan umat biasanya tetap berkumpul untuk mengenang Sang Buddha dan menghormat Sang Tiratana, yang sekaligus merupakan kelanjutan kebiasaan Vattha.

Makna upacara keagamaan Buddha

Dalam seluruh bentuk upacara keagamaan Buddha, sebenarnya terkandung prinsip-prinsip seperti berikut ini:

  • Menghormati dan merenungkan sifat-sifat luhur Sang Tiratana

  • Memperkuat keyakinan (Saddha) dengan tekad (Adhitthana)

  • Membina empat kediaman luhur (Brahma Vihara)

  • Mengulang dan merenungkan kembali khotbah-khotbah Sang Buddha

  • Melakukan Anumodana, yaitu `melimpahkan’ jasa perbuatan baik kita kepada makhluk lain

Sumber foto : Pixabay.com

Manfaat upacara keagamaan Buddha

Manfaat yang didapat dari upacara keagamaan Buddha adalah sebagai berikut:

  • Saddha: keyakinan dan bakti akan tumbuh berkembang

  • Brahmavihara: empat kediaman / keadaan batin yang luhur akan berkembang

  • Samvara: indera akan terkendali

  • Santutthi: puas

  • Santi: damai

  • Sukha: bahagia

Salah satu hal yang penting untuk diingat dan dilakukaan saat upacara keagamaan Buddha adalah mengerti dan paham akan makna upacara seperti yang telah diuraikan di atas, selain itu setiap melakukan upacara harus benar-benar memahami apa yang dilakukan, bukan semata-mata tradisi yang mengikat yang tidak membawa kita pada pembebasan (Silabbataparamasa-samyojjana). (DNR)