Urutan Gerhana Bulan Lengkap beserta Jenisnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerhana bulan adalah peristiwa alam ketika cahaya matahari yang jatuh ke bulan terhalang oleh bumi, karena bumi berada satu garis lurus dengan matahari dan bulan. Lantas, bagaimana urutan gerhana bulan?
Jenis Gerhana Bulan
Sebelum memahami prosesnya, kamu perlu terlebih dahulu memahami jensi-jenis dari gerhana bulan.
Melansir situs resmi Kemdikbud, ada 3 jenis gerhana bulan yang dapat terjadi, antara lain:
Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total adalah gerhana bulan ketika semua bagian banteng ditutupi oleh bayangan bumi, sehingga bulan akan tampak tertutup.
Gerhana bulan total ini terbagi lagi menjadi 2 jenis, yakni:
Gerhana bulan total: warna bulan berubah merah dengan gradasi, sehingga tidak merata di seluruh permukaanya.
Gerhana bulan total +: warna bulan menjadi merah secara merata.
Gerhana Bulan Parsial (Sebagian)
Ketika terjadi gerhana bulan sebagian, mama bumi tidak sepenuhnya menghalangi bulan dari matahari. Namun, ada sebagian permukaan bulan yang berada di area gelap.
Dengan begitu, masih ada sebagian sinar matahari yang berhasil mencapai permukaan bulan dan bisa dilihat manusia dari bumi.
Gerhana Bulan Penumbra
Terakhir, ada gerhana bulan penumbra di mana semua bagian bulan berada di penumbra. Dengan demikian, manusia masih bisa melihat bulan, meskipun dengan warna yang gelap.
Urutan Gerhana Bulan
Nah, ini dia urutan gerhana bulan dari awal sampai akhir yang dikutip dari situs resmi Kemdikbud:
Fase P1
Menunjukkan posisi Bulan saat memasuki daerah penumbra, yang merupakn bayangan kabur. Di dalam posisi ini, mata manusia akan kesulitan untuk membedakan apakah fase gerhana sudah dimulai atau belum.
Fase U1
Menunjukkan posisi bulan saat memasuki daerah umbra, yang merupakan bagian yang sangat gelap dan bayangan inti di tengah.
Fase U2
Menunjukkan posisi seluruh permukaan bilan yang telah memasuki daerah umbra.
Fase Greatest
Menunjukkan puncak gerhana, yakni kondisi maksimal ketika bulan tertutup oleh bumi.
Fase U3
Menunjukkan posisi bulan saat mulai keluar dari daerah umbra.
Fase U4
Menunjukkan posisi bulan yang telah keluar dari daerah umbra. Di dalam posisi ini, wajah bulan mulai tampak normal, tetapi belum cerah, karena posisinya masih di dalam fase gerhana penumbra.
Fase P4
Menunjukkan posisi bulan yang telah keluar dari penumbra. Ini menandakan berakhirnya peristiwa gerhana bulan.
Gerhana bulan terdekat yang dapat disaksikan dari Indonesia akan berlangsung pada 8 November 2022 mendatang. (BRP)
