Urutan Penulisan Daftar Pustaka untuk Buku yang Benar

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Urutan penulisan daftar pustaka untuk buku yang benar adalah nama penulis ditulis di awal. Daftar pustaka merupakan salah satu bagian dari buku yang harus ditulis dengan benar. Terdapat urutan dan aturan yang berlaku untuk penulisannya.
Daftar pustaka tidak hanya ada pada buku saja, melainkan ada juga di jurnal, skripsi, dan karya ilmiah lainnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana penulisan daftar pustaka yang tepat.
Penjelasan Urutan Penulisan Daftar Pustaka untuk Buku yang Benar
Dikutip dari Be Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas IX SMP/MTs, Kusmayadi dkk (2008:41), daftar pustaka berisi sejumlah sumber rujukan yang digunakan. Sumber rujukan dapat berupa majalah, koran, buku, jurnal, dan sebagainya.
Urutan penulisan daftar pustaka untuk buku yang benar adalah sebagai berikut.
Nama penulis.
Tahun terbit.
Judul buku (digaris bawahi atau dicetak miring).
Kota terbit.
Penerbit.
Contoh:
Kridalaksana, Harimurti. 1996. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Sudjana. 2001. Metode dan Teknik Pembelajaran Partisipatif. Bandung: Penerbit Falah Production.
Aturan Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah salah satu bagian penting pada buku. Dalam menulis daftar pustaka, ada aturan yang harus diikuti. Berikut adalah penjelasannya.
1. Nama Penulis
a. Pada daftar pustaka, nama penulis ditulis dengan terbalik. Jadi, nama belakang ditulis di awal kemudian diikuti dengan nama depan dengan tanda koma. Contoh: - Gorys Keraf ditulis Keraf, Gorys. - Harimurti Kridalaksana ditulis Kridalaksana, Harimurti.
b. Jika ditulis oleh dua atau tiga penulis, maka tulis semuanya. Namun, nama yang penulisannya dibalik hanya yang pertama. Sedangkan, jika penulis lebih dari tiga orang, yang ditulis hanya penulis pertama dan diikuti dengan singkatan berupa dan kawan-kawan (dkk.) atau et all. Contoh: - Kusmayadi, Ismail, Dini Aida Fitria, dan Eva Rahmawati. - Kusmayadi, Ismail dkk.
2. Penyusunan Daftar Pustaka
Daftar pustaka disusun berdasarkan abjad penulis setelah namanya dibalik. Tidak perlu menggunakan nomor urut pada daftar pustaka
3. Jarak
Jarak antara baris pertama dengan baris selanjutnya adalah satu spasi. Adapun jarak antara sumber satu dengan sumber lain adalah dua spasi.
Baca juga: Alasan Mengapa Bagian Pendahuluan pada Buku Nonfiksi Harus Menarik
Jadi, urutan penulisan daftar pustaka untuk buku yang benar adalah nama penulis, tahun terbit, judul buku, kota terbit, dan penerbit. Selain urutan, aturan penulisan daftar pustaka juga penting untuk dipahami. (KRIS)
