Urutan Weton Jawa: Penentu Rezeki, Jodoh, dan Perjalanan Hidup

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Jawa memiliki sistem penanggalan yang unik, yaitu kalender Jawa atau yang sering disebut dengan weton. Weton digunakan untuk berbagai hal. Urutan weton Jawa juga memiliki makna tersendiri.
Perpaduan antara tujuh hari dalam seminggu dan lima pasaran Jawa menghasilkan 35 kombinasi weton yang masing-masing diyakini membawa karakter, keberuntungan, dan pengaruh tertentu bagi kehidupan seseorang.
Urutan Weton Jawa dalam Perhitungan Hari Baik
Dikutip dari buku Karakter, Weton, Dan Non Performing Financing karya Tri Hendrik Ikwandoyo, SM., ME (2024: 5), istilah weton berasal dari bahasa Jawa “wetu” yang berarti keluar atau lahir. Weton merujuk pada hari kelahiran seseorang, yaitu kombinasi antara hari dan pasaran Jawa pada saat bayi dilahirkan.
Dalam penanggalan Jawa, urutan weton Jawa ditentukan dari kombinasi antara 7 hari dalam sepekan dan 5 pasaran Jawa.
Hari dalam sepekan (Dina Pitu):
Minggu (Radite)
Senin (Soma)
Selasa (Anggara)
Rabu (Buda)
Kamis (Respati)
Jumat (Sukra)
Sabtu (Tumpak)
Pasaran Jawa (Pasaran Lima):
Legi
Pahing
Pon
Wage
Kliwon
Dengan menggabungkan keduanya, maka tercipta 35 kombinasi weton Jawa, misalnya Senin Legi, Selasa Pahing, Rabu Pon, Kamis Wage, Jumat Kliwon, dan seterusnya hingga kembali lagi ke awal.
Cara Menghitung Weton
Perhitungan weton sangat penting bagi masyarakat Jawa untuk berbagai keperluan seperti penentuan hari baik, pernikahan, pindahan rumah, dan lain sebagainya. Untuk cara menghitung weton yaitu sebagai berikut.
Berikut dasar perhitungan Neptu dengan masehi:
Senin: 4
Selasa: 3
Rabu: 7
Kamis: 8
Jumat: 6
Sabtu: 9
Minggu: 5
Dasar perhitungan Neptu dengan hari Jawa:
Legi: 5
Pahing: 9
Pon: 7
Wage: 4
Kliwon: 8
Contohnya dalam pernikahan. Jika laki-laki lahir pada Minggu Pon maka 5+7 = 12. Sedangkan perempuan lahir pada Rabu Legi maka 7+5 = 12. Maka jumlahkan keduanya, 12+12 = 24. Setelah itu bisa cek dengan rumus yang sudah baku berikut ini.
Pegat atau cerai (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)
Ratu atau harmonis (2, 11, 20, 29)
Jodoh (3, 12, 21, 30)
Tapa atau kesulitan (4, 13, 22, 31)
Tinari atau berbahagia (5, 14, 23, 32)
Padu atau sering bertengkar (6, 15, 24, 33)
Sujanan atau perselingkuhan (7, 16, 25, 34)
Pesthi atau rukun (8, 17, 26, 35).
Baca Juga: Weton Jumat Pon: Jodoh, Rezeki, dan Watak
Itulah urutan weton Jawa yang terdiri dari kombinasi 7 hari dengan 5 pasaran. Hasil kombinasi ini menghasilkan 35 weton. (Umi)
