Waktu Pelaksanaan Sujud Syukur dan Tata Caranya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sujud syukur umumnya dikenal sebagai jenis sujud umat muslim yang dilakukan secara spontan. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan sujud syukur sendiri tidak memiliki aturan yang khusus dalam agama Islam.
Sujud syukur itupula biasanya dilakukan seorang muslim yang tengah berbahagia karena mendapat kabar baik atau kabar yang menggembirakan. Misalnya saja seperti memenangkan kompetisi, naik jabatan atau kabar gembira lainnya. Adapun pelaksanaan sujud tersebut memiliki tujuan untuk mengungkapkan rasa syukur ataupun tanda terimakasih kita terhadap nikmat bahagia yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada hamba-Nya.
Waktu Pelaksanaan Sujud Syukur dan Tata Caranya yang Dapat Diamalkan
Mengutip isi buku Fiqh Islam (Sulaiman Rasjid) (2019: 106), waktu pelaksanaan sujud syukur tidaklah dijelaskan secara seksama pasalnya dalam hadist pun disebutkan bahwa ketika rasulullah mendapatkan sesuatu yang menggembirakan, maka beliau langsung melakukan sujud syukur. Berikut isi hadist tersebut: “Dari Abu Bakrah, ‘Sesungguhnya apabila datang kepada Nabi Muhammad SAW sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka, beliau langsung sujud berterimakasih kepada Allah’.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Berdasarkan hadist tadi, maka kita tahu bahwasanya sujud syukur tersebut adalah amalan sunnah yang dapat dilakukan secara spontan dan tidak terikat aturan khusus dalam waktu pelaksanaan sujud syukur itu sendiri. Disamping itu, tata cara sujud tersebut juga tidak jauh berbeda dengan cara sujud ketika kita mengerjakan sholat.
Melansir dari tulisan Maharati Marfuah dalam (Bagaimana Seharusnya Sujud Syukur) (2018: 7), sujud dapat dilakukan dengan menundukan tubuh ke tanah dan menempelakan 7 anggota tubuh sebagaimana isi hadist berikut:
“Sari Ibnu Abbas ra berkata,”Aku diperintahkan untuk sujud di atas 7 anggota. (yaitu) wajah (dan beliau menunjuk hidungnya), kedua tangan, kedua lulut dan kedua tapak kaki.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadist tadi, maka kita bisa menerapkan cara sujud tersebut ketika melakukan sujud syukur untuk berterimakasih kepada Allah SWT. Saat melakukan sujud syukur itu sendiri, kita dianjurkan pula untuk membaca kalimat pujian terhadap Allah. Misalnya saja dengan membaca kalimat berikut:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
Subhaanalloh walhamdulillah wa laa ilaaha illalloh walloohu akbar walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhiim
Artinya: “Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha besar, dan tiada daya dan kekuatan kecuali atas izin Allah yang Maha tinggi dan Maha agung.”
Demikian ulasan singkat tentang waktu pelaksanaan sujud syukur dan tata caranya tadi. Semoga bermanfaat. (HAI)
