Waktu Pelaksanaan Umroh dan Persyaratan yang Wajib Dipenuhi

Penulis kumparan
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak sekali umat Muslim yang bertanya pelaksanaan umroh berapa hari. Sebenarnya waktu pelaksanaan ibadah umroh relatif bervariasi. Ada yang 9 hari perjalanan, tetapi ada juga yang sampai 12 hari perjalanan.
Tentunya, semua itu tergantung dari travel agen umroh yang Anda pilih. Nah, terkait dengan penjelasan selengkapnya tentang ibadah umroh, simak ulasan berikut ini.
Waktu Pelaksanaan Umroh dan Persyaratan yang Wajib Dipenuhi
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pertanyaan terkait pelaksanaan umroh berapa hari itu tergantung dari agen travel yang dipilih dan juga menyesuaikan dari harga paket umroh yang ditawarkan.
Semakin lama perjalanan ibadah umroh, sudah pasti semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Adapun rangkaian ibadah umroh selama 9-12 hari tersebut sudah disesuaikan dengan rukun ibadah umroh dan sesuai syariat Islam.
Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan melewatkan ibadah tertentu. Sebab, biasanya agen travel umroh sudah bekerja sama dengan pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan ibadah tersebut.
Kemudian berkaitan dengan persyaratan yang wajib dipenuhi oleh para jamaah umrah adalah sebagai berikut.
A. Sebelum Keberangkatan
Hanya jamaah yang telah berusia 18-65 tahun, telah divaksinasi dosis lengkap dan memiliki hasil RT-PCR negatif.
Skema keberangkatan dengan menggunakan pesawat direct flight, menggunakan satu pesawat berisi jamaah umroh, tanpa ada penumpang umum.
Screening kesehatan terpusat dilakukan sebelum jamaah berangkat, dengan memastikan kesehatan jamaah, sertifikat vaksin yang valid, dan RT-PCR dilakukan bersamaan, dilakukan oleh laboratorium yang telah diakui dan diawasi oleh Kementerian Kesehatan.
Jamaah dikonsentrasikan terpusat pada satu lokasi sebelum keberangkatan untuk melakukan screening kesehatan di Asrama Haji Pondok Gede selama 1x24 jam sebelum berangkat.
Pada waktu yang ditentukan, jamaah diberangkatkan ke Bandara Soekarno Hatta, masuk pesawat melalui gedung VVIP terminal 1 Bandara Soekarno Hatta.
B. Saat di Arab Saudi
Jamaah wajib karantina selama 3 hari (Mengikuti kebijakan Arab Saudi) dimulai saat tiba di Arab Saudi, setelah 48 jam karantina jamaah di PCR
Pelaksanaan ibadah umroh selama 9 hari (termasuk perjalanan PP).
Akomodasi diisi 2 orang/kamar, makan diasjikan dalam kemasan dan transfortasi mengikuti ketentuan Arab Saudi.
Umroh dilaksanakan 1 kali, sholat di Masjidil Haram melalui etarma dan bebas melakukan sholat 5 waktu di Masjid Nabawi.
Jamaah wajib melakukan RT-PCR sebelum kepulangan, hanya dengan hasil negative yang diperbolehkan pulang ke tanah air.
C. Saat Tiba di Indonesia
Jamaah wajib melakukan RT-PCR sesaat tiba di Bandara Soekarno Hatta.
Jamaah wajib melakukan karantina setelah perjalanan luar negeri mengikuti ketentuan Satgas covid-19 (saat ini 10x24 jam) di hotel yang telah dipilih PPIU dan mendapatkan legalisasi dari Satgas covid-19.
Jamaah wajib melakukan RT-PCR pada hari keenam karantina, jika hasilnya negative boleh pulang ke domisili masing-masing, jika positif dirujuk kembali ke wisma isolasi oleh Satgas covid-19.
Larangan Saat Umroh
Dikutip dari Peta Perjalanan Haji dan Umrah (New Edition) oleh Gus Arifin (2023: 35-37), berikut adalah beberapa larangan saat umroh bagi jemaah pria dan wanita.
Larangan bagi Pria
Mengenakan tutup kepala yang melekat. Adapun menggunakan payung, berteduh di bawah atap kendaraan, atau membawa barang-barang di atas kepala diperbolehkan.
Memakai kemeja atau pakaian yang berjahit untuk menutupi seluruh atau sebagaian badan, termasuk pakaian dalam, jubah, sorban, dan celana.
Memakai sepatu yang menutupi mata kaki.
Larangan bagi Wanita
Menggunakan sarung tangan.
Menutup muka dengan cadar.
Larangan bagi Pria dan Wanita
Mencabut rambut atau memotong kuku. Apabila rambut atau kuku itu lepas dengan tidak disengaja, maka ia tidak dikenakan denda apa-apa.
Menggunakan wangi-wangian di badan atau pakaiannya, begitu juga pada makanan dan minumannya. Adapun jika ada sisa wangi-wangian yang ia pergunakan saat sebelum ihram, maka tidak mengapa.
Membunuh binatang buruan atau menghalaunya, ataupun membantu orang yang berburu, selagi ia masih dalam keadaan ihram.
Memotong pepohonan atau mencabut tanaman yang masih hijau di tanah haram.
Memungut barang temuan, kecuali jika bermaksud untuk mengumumkannya, karena Rasulullah melarang perbuatan tersebut. Larangan ini berlaku pula bagi yang tidak berihram.
Meminang atau melangsungkan akad nikah, baik untuk dirinya maupun untuk orang lain.
Melakukan hubungan seksual dengan istri atau menjamahnya dengan syahwat selama ia dalam keadaan ihram.
Syarat Umroh
Setiap Muslim yang hendak berangkat umroh harus mengetahui syarat yang perlu dipenuhi. Ada beberapa syarat agar seseorang dapat melaksanakan ibadah umroh, yaitu:
Beragama Islam
Balig (dewasa)
Aqil (berakal sehat)
Merdeka (bukan budak)
Istita'ah (mampu), seperti mampu dalam biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan.
Rukun Umroh
Rukun umroh itu ada lima, antara lain:
Ihram, yaitu niat memulai mengerjakan ibadah umroh.
Tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
Sa'i, yaitu berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah.
Tahalul, yaitu mencukur atau menggunting rambut paling sedikit tiga helai rambut.
Tertib (dilakukan secara berurutan), yaitu menertibkan rukun dengan mendahulukan yang lebih dahulu.
Wajib Umroh
Dikutip dari Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII oleh Zainal Muttaqin, dkk., (2015: 109), wajib umroh ada dua macam, yaitu:
Niat ihram dari miqat (hanya miqat makani saja). Apabila dilanggar, maka ibadah umrohnya tetap sah tetapi harus membayar dam.
Meninggalkan dari segala larangan umroh, sebagaimana halnya larangan dalam mengerjakan haji.
Adapun miqat umroh hanya ada pada miqat makani, yaitu batas tempat memulai melaksanakan ihram umroh sebagai berikut:
Jemaah umroh yang bertempat tinggal di Kota Makkah mulai berpakaian ihram dari rumahnya masing-masing, atau dapat memilih miqat dari Tan'im, Hudaibiyah, atau Ji'ranah.
Jemaah umroh dari Madinah miqatnya dari Zulhulaifah atau Bir Ali.
Jamaah umroh dari Mesir, Syam dan Magrib, miqatnya dari Juhfah.
Jemaah umroh yang berasal dari Najdil Yaman, Hijaz, miqatnya dari Qarnul Manazil.
Jemaah umroh yang datang dari Irak, miqatnya dari Dzatu Irqin.
Jemaah umroh yang datang dari India, Yaman dan Indonesia, miqatnya dari Yalamlam (bila naik kapal laut).
Jemaah umroh yang berasal dari Indonesia dengan pesawat udara dan mendarat di Bandara King Abdul Aziz di Jeddah, maka miqatnya di Jeddah.
Baca Juga: Tata Cara Umroh Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Keutamaan Umroh
Ibadah umroh merupakan ibadah yang agung dan memiliki banyak keutamaan yang tidak mungkin bisa didapat kecuali menjalaninya. Adapun beberapa keutamaan umroh, yaitu:
1. Sebanding Nilainya dengan Ibadah Haji
Umat Muslim yang melaksanakan umroh pada bulan Ramadan akan memperoleh pahala yang sebanding nilainya dengan ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:
"Umroh pada bulan Ramadan itu sebanding dengan haji atau sebanding dengan haji bersamaku." (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Mengabulkan Doa
Setiap Muslim yang berangkat umroh dan berdoa kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doanya tersebut. Rasulullah bersabda:
"Orang yang mengerjakan haji dan umroh adalah para tamu serta utusan Allah. Jika mereka memohon, niscaya akan dikabulkan permohonan itu.
Jika mereka meminta ampun maka mereka diampuni. Jika mereka berdoa maka diterima doa yang dipanjatkan. Dan jika mereka meminta syafaat niscaya mereka disyafaati." (HR. Ibnu Majah)
3. Mendapat Rahmat
Allah menurunkan rahmat-Nya setiap hari kepada orang-orang yang melaksanakan ibadah haji dan umroh. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah berikut:
"Pada setiap hari akan turun seratus dua puluh rahmat di Ka'bah ini, enam puluh bagi orang yang thawaf, empat puluh bagi orang yang shalat dan dua puluh bagi orang yang melihat." (HR. Ibnu Hibban dan Baihaqi)
Disebutkan juga dalam hadits lain:
"Perbanyaklah thawaf di Baitullah, sebab sesungguhnya thawaf adalah amalan besar yang akan tercatat di dalam kitab amal kalian pada hari kiamat nanti, dan thawaf adalah amalan yang paling menggembirakan bagi kalian." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim)
4. Menghapus Dosa
Setiap Muslim yang menjalankan umroh niscaya akan dihapus dosa-dosanya. Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah bersabda:
"Umroh ke umroh berikutnya menjadi penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga." (HR. Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i)
5. Memperoleh Pahala seperti Orang yang Berhaji hingga Hari Kiamat
Umat Muslim yang menjalankan ibadah umroh tetapi meninggal dunia di tengah perjalanan akan memperoleh keutamaan berupa pahala, seperti orang yang berhaji atau berumroh hingga hari kiamat. Hal ini sebagaimana keterangan hadits berikut:
"Siapa saja yang meninggalkan rumahnya untuk berhaji atau menjalankan ibadah umroh namun ia meninggal dunia di tengah perjalanan, niscaya ia dituliskan baginya pahala sebagaimana orang yang berhaji atau berumroh sampai hari kiamat.
Dan siapa saja yang meninggal dunia di salah satu tanah haram (Makkah maupun Madinah), niscaya ia tidak akan dihisab dan dikatakan padanya masuklah ke dalam surga." (HR. Daruquthni dan Baihaqi)
(Anne & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa saja rukun umroh?

Apa saja rukun umroh?
Rukun umroh itu ada lima, antara lain ihram, tawaf, sa'i, tahalul, dan tertib.
Apa larangan umroh bagi wanita?

Apa larangan umroh bagi wanita?
Menggunakan sarung tangan dan menutup muka dengan cadar.
Apa keutamaan umroh di bulan Ramadan?

Apa keutamaan umroh di bulan Ramadan?
Bagi umat Muslim yang melaksanakan umroh pada bulan Ramadan, maka akan memperoleh pahala yang sebanding nilainya dengan ibadah haji.
