Konten dari Pengguna

Wangsalan: Pengertian, Jenis-jenis, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wangsalan yaiku opo? sumber foto: (Taisiia Shestopal-) by Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Wangsalan yaiku opo? sumber foto: (Taisiia Shestopal-) by Unsplash.com

Wangsalan yaiku opo? Masyarakat asli suku Jawa mungkin sudah tidak asing dengan pengertian kalimat tersebut. Memang, ada banyak bentuk ungkapan bahasa Jawa yang mempunyai nilai kesusastraan yang tinggi.

Wangsalan termasuk salah satu ungkapan yang cukup menarik untuk dibahas. Bentuk wangsalan sedikit mirip dengan cangkriman, sehingga istilah ini bisa dikategorikan ke dalam jenis "basa rinengga" atau bahasa yang indah.

Pengertian Wangsalan

Mengutip buku Budaya Dermayu oleh Supali Kasim (2012), wangsalan adalah kalimat yang mengungkapkan kehendak dengan memakai kata-kata yang mirip atau mendekati maksud tertentu.

Wangsalan merupakan suatu istilah yang menyerupai cangkriman atau tebak-tebakan. Hanya saja, jawabannya sudah tercantum di akhir kalimatnya.

Meskipun sudah tertera, namun bentuk jawabannya tidak ditunjukkan secara terang-terangan. Jawaban yang terdapat pada wangsalan disampaikan dengan tersirat atau tersembunyi.

Contohnya, jawaban tersebut hanya diutarakan dalam bentuk satu suku kata atau lebih, sehingga bunyinya menyerupai kata yang menjadi jawaban aslinya.

Jenis-jenis Wangsalan

Wangsalan yaiku opo? sumber foto: (Joel Muniz) by Unsplash.com

Sebagai salah satu bentuk basa rinengga, wangsalan terdiri dari dua jenis. Penjelasan mengenai jenis-jenis wangsalan tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Wangsalan Biasa

Wangsalan biasa adalah wangsalan yang terdiri atas satu atau dua kalimat. Biasanya, dalam satu kalimat terdiri dari dua klausa. Klausa yang pertama terdiri dari empat suku kata, sedangkan klausa yang kedua terdiri dari delapan suku kata.

2. Wangsalan Edi-Peni

Wangsalan edi-peni bisa terdiri dari satu atau dua kalimat seperti halnya pada wangsalan biasa. Dalam satu kalimat, Wangsalan edi-peni juga terdiri dari dua klausa.

Biasanya, klausa pertama terdiri dari empat suku kata dan klausa kedua terdiri dari delapan suku kata. Adapun perbedaan wangsalan biasa dengan wangsalan edi-peni yaitu kalimatnya memakai purwakanthi guru swara.

Contoh Wangsalan

Berikut adalah contoh wangsalan sesuai dengan masing-masing jenisnya:

1. Wangsalan Biasa

  • Mrica kecut (wuni), muni kok bab sing ora nyata.

  • Nyaron bumbung (angklung), ngantos cengklungen anggen kula ngantu-antu ngentosi rawuh panjenengan.

  • Balung jagung (janggel) Mas, sampun ketanggelan.

  • Balung janur (sada), apa nyata bakal sida.

  • Sarung jagung (klobot), bobot timbang rak ana ing aku.

2. Wangsalan Edi-peni

  • Kapi jarwa (kethek), dakpetek mangsa luputa.

  • Kulik priya (tuhu), priya gung Anjani putra (Anoman). Tuhu eman, wong anom wedi kangelan.

  • Tepi wastra (kemada), wastra kang tumrap mustaka (iket). Para mudha, ngudia angiket basa.

  • Kawi banyu (tirta), nyata karangane guru.

  • Carang wreksa (pang), nora gampang ngarang Jawa.

Itulah pengertian wangsalan beserta jenis-jenis dan contohnya. Dengan mengetahui karakteristik dari wangsalan, maka akan semakin memperkaya wawasan tentang istilah dalam Bahasa Jawa.

(DLA)