Watak Tembang Sinom dalam Macapat Beserta Pengertiannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sinom merupakan salah satu tembang macapat yang dipelajari dalam bahasa Jawa. Setiap tembang macapat memiliki watak atau karakter yang berbeda-beda. Misalnya watak tembang Sinom.
Umumnya watak tembang ini dapat tergambar dari bahasa yang digunakan sehingga memberikan nasihat kehidupan. Di mana tembang Sinom menggambarkan kehidupan masa kanak-kanak hingga remaja.
Watak Tembang Sinom
Watak tembang Sinom dijelaskan begitu baik dalam liriknya. Banyak nasihat yang akan disampaikan dalam tembang Sinom ini. Tembang Sinom sendiri diartikan sebagai tembang yang menggambarkan masa muda.
Pada masa muda ini, seseorang sedang tumbuh berkembang, penuh semangat, dan perlu banyak bimbingan agar menjadi pribadi yang bijaksana.
Sinom juga berarti daun muda yang masih lunak, yang menggambarkan generasi muda yang sedang belajar dan membutuhkan tuntunan agar tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh buruk.
Namun, ada juga yang memaknai sinom sebagai "si enom" atau "isih enom," yang berarti "masih muda." Tembang ini mencerminkan bahwa pada masa remaja, seseorang memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu sebagai bekal guna menghadapi kehidupan di masa mendatang dengan lebih baik.
Dikutip dari buku Piwulang Basa Jawi karya Heru Subrata (2014: 108), sehingga, watak tembang Sinom adalah menampilkan keikhlasan, kesabaran, dan sikap ramah dalam memberikan nasihat kepada orang lain.
Sifat tembang ini mencerminkan kebijaksanaan, sehingga dapat menciptakan suasana yang penuh semangat dan motivasi.
Dengan memahaminya, tembang ini sangat tepat digunakan untuk menumbuhkan semangat dalam diri seseorang agar lebih termotivasi untuk menjalani kehidupan dengan sikap yang lebih baik.
Pesan yang disampaikan di dalamnya biasanya berupa ajakan untuk senantiasa berlaku baik, sopan, ramah, dan bijaksana terhadap orang lain.
Lirik Tembang Sinom dalam Macapat
Berikut ini adalah lirik tembang Sinom (8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a) dalam Macapat yang bisa dipelajari.
Contoh 1
Dasar karoban pawarta
Bebaratan udan lamis
Pinudya dadya pangarsa
Wekasan malah kawuri
Yen pinikir sayekti
Mundhak apa aneng ngayun
Andhedher kaluputan
Siniraman banyu lali
Lamun tuwuh dadi kekembanging beka
Artinya:
Dasar hanya mendengar berita
Ibaratnya hanya kabar dimulut
Akan ditempatkan sebagai pejabat
Akhirnya malah ketipu
Kalau dipikir dengan benar
Apa gunanya menjadi pemimpin
Hanya membuat kesalahan
Disiram hati yang lupa diri
Hanya akan menjadi buah bibir belaka
Contoh 2
Hamenangi jaman edan
Ewuh haya ing pambudi
Melu ngedan nora tahan
Yen tan melu hanglakoni
Nora keduman melik
Kaliren wekasanipun
Dilalah kersa Allah
Begja-begjane kang lali
Luwih begja kang eling lawan waspada
Artinya:
Menjumpai zaman gila
Sukar dalam menentukan pilihan
lkut gila namun tidaklah tahan
Kalau tidak ikut-ikuta melakukannya
Tidak akan mendapatkan jatah atau bagian apa-apa
Yang terjadi setelahnya adalah kelaparan
Namun, untungnya atas kehendak Allah
Seberapa besar beruntungnya orang yang lupa
Masih akan lebih beruntung orang yang senantiasa ingat dan waspada
Baca Juga: 3 Contoh Surat Lamaran Pekerjaan yang Baik dan Benar Struktur Penulisannya
Itulah watak tembang Sinom dalam Macapat Jawa yaitu bijaksana dan tulus. Oleh sebab itu, tembang Sinom tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana pendidikan. (Umi)
