Konten dari Pengguna

Wawangsalan: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya dalam Kebudayaan Sunda

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wawangsalan, sumber gambar: https://www.pexels.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wawangsalan, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Pengertian wawangsalan merupakan salah satu bentuk sisindiran dalam Bahasa Sunda. Sisindiran termasuk jenis puisi lokal yang dibentuk berdasarkan aturan-aturan tertentu. Aturan yang terdapat pada sisindiran disebut dengan guru wilangan dan guru lagu.

Seperti yang kita tahu, masyarakat Sunda adalah suku yang dikenal suka beramah-tamah dan bersenda gurau. Selain memiliki kepribadian yang ramah dan senang bercanda, masyarakat Sunda juga senang berpantun untuk menyampaikan gurauan di dalam kehidupan sehari-harinya.

Sisindiran dapat dimaknai sebagai perkataan yang bersifat menyindir seseorang dalam bentuk ucapan tertentu. Selain wawangsalan, jenis pantun yang termasuk sisindiran Sunda yaitu rarakitan dan paparikan.

Pengertian Wawangsulan

ilustrasi wawangsalan, sumber gambar: https://www.pexels.com/

Wawangsulan atau wawangsalan berasal dari kata wangsul atau wangsal yang artinya kembali. Adapun masyarakat Sunda menyebutkan dengan “Bangbalikan”.

Wawangsulan terbagi ke dalam tiga bagian yaitu bangbalikan landjaran, bangbalikan dangding, dan wawangsalan dangding. Umumnya, sisindiran ini terdiri atas dua baris sampiran dan dua larik isi. Namun, ada pula yang hanya berjumlah lebih dari satu.

Ciri-ciri Wawangsalan

Mengutip Buku Ajar Mata Kuliah Folklor oleh Mana & Samsiarni (2018), inilah beberapa ciri-ciri wawangsalan yang perlu diketahui:

  • Berdasarkan maksudnya, wawangsalan berisi nasihat atau gurauan.

  • Dalam perumpamaan terdiri dari empat baris, sedangkan persamaannya mengandung dua baris.

  • Dalam setiap barisnya, wawangsalan mempunyai delapan suku kata.

  • Terdapat bagian yang disebut “cankang” dan ada pula yang disebut “isi”.

  • Tidak terdapat persamaan di akhir suku katanya

Contoh Wawangsalan

Apa saja contoh wawangsalan? Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Wangsal: Bogor

Kota nu usum hujan

Jadi jelema ulah bangor

2. Wangsal: Sakola

Tempat urang diajar pangelmu

Budak pinter kudu di bela

3. Wangsal: Rambutan

Tangkalna jankung gede

Jelema botak euweuh bu’ukan

Itulah pengertian, ciri-ciri, dan contoh dari wawangsalan dalam kebudayaan Sunda. Dalam sastra wawangsalan, terdapat semacam sampiran yang mengandung tebakan atau teka-teki. Dalam hal ini, dapat diketahui bahwa puisi bahasa Sunda ini memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan geguritan Jawa.

(DLA)