Konten dari Pengguna

Zakat Fitrah: Pemberian Bahan Makanan Pokok pada Saat Malam Idul Fitri

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemberian bahan makanan pokok yang hanya diberikan pada saat malam idul fitri dinamakan zakat fitrah, sumber foto: unsplash.com/Pierre Bamin
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemberian bahan makanan pokok yang hanya diberikan pada saat malam idul fitri dinamakan zakat fitrah, sumber foto: unsplash.com/Pierre Bamin

Dalam ajaran Islam, ada banyak ibadah dan kewajiban yang harus dilakukan oleh umat muslim. Ibadah pemberian bahan makanan pokok yang hanya diberikan pada saat malam idul fitri dinamakan zakat fitrah.

Zakat fitrah menjadi pelengkap ibadah puasa di bulan Ramadhan. Selain itu, juga memiliki segudang manfaat bagi yang sudah menjalankannya.

Pemberian Bahan Makanan Pokok yang Hanya Diberikan pada saat Malam Idul Fitri Dinamakan Zakat Fitrah

Ilustrasi pemberian bahan makanan pokok yang hanya diberikan pada saat malam idul fitri dinamakan zakat fitrah, sumber foto: unsplash.com/Matthew Lakeland

Pemberian bahan makanan pokok yang hanya diberikan pada saat malam idul fitri dinamakan dengan zakat fitrah.

Dikutip dari buku Handbook Zakat, Tika Widiastuti dkk., (2019), zakat fitrah adalah salah satu jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap individu beragama Islam di bulan Ramadhan.

Zakat fitrah memiliki tujuan untuk membersihkan harta dan pelengkap ibadah puasa, serta untuk membantu kaum fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan. Zakat fitrah harus sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan, yaitu

  1. Beragama Islam

  2. Berwaktu, yaitu dikeluarkan sebelum shalat Idul Fitri

  3. Memiliki harta yang mencukupi kebutuhan pokok selama satu tahun (nisab)

  4. Menyediakan niat zakat fitrah

Zakat fitrah berbeda dengan zakat mal, yang dikeluarkan dari harta yang dimiliki. Zakat fitrah dikeluarkan dari bahan makanan pokok yang dikonsumsi oleh individu atau keluarga. Zakat fitrah juga berbeda dengan fidyah, yang dikeluarkan oleh orang yang tidak bisa berpuasa karena alasan tertentu.

Zakat fitrah sebaiknya diberikan dalam bentuk bahan makanan pokok. Di Indonesia sendiri yang paling sering dalam bentuk beras. Jumlah zakat fitrah yang harus diberikan adalah sekitar 2,5 kg bahan makanan pokok per orang.

Zakat fitrah harus disalurkan kepada golongan yang berhak menerima zakat, yaitu

  1. Fakir, yaitu orang yang sangat miskin dan tidak memiliki harta sama sekali

  2. Miskin, yaitu orang yang miskin dan memiliki harta di bawah nisab

  3. Amil, yaitu orang yang mengurus dan mendistribusikan zakat

  4. Muallaf, yaitu orang yang baru masuk Islam atau yang hatinya condong kepada Islam

  5. Riqab, yaitu budak atau tawanan perang yang ingin memerdekakan diri

  6. Gharimin, yaitu orang yang berhutang untuk kepentingan diri sendiri atau umum

  7. Fisabilillah, yaitu orang yang berjuang di jalan Allah SWT

  8. Ibnu sabil, yaitu orang yang sedang dalam perjalanan dan kehabisan bekal

Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu. Dengan membayar zakat fitrah, dapat membersihkan diri dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan selama berpuasa.

Baca juga: Bacaan Doa Menerima Zakat Fitrah yang Dibaca Amil Zakat

Itulah penjelasan mengenai pemberian bahan makanan pokok yang hanya diberikan pada saat malam idul fitri dinamakan zakat fitrah. (WWN)