Zat yang Dibentuk oleh Dua Unsur atau Lebih dalam Ilmu Sains

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Zat yang dibentuk oleh dua unsur atau lebih disebut senyawa. Materi tentang senyawa dapat dijumpai dalam pelajaran kimia di tingkat SMA. Senyawa bisa dipecah menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia.
Secara umum, senyawa merupakan jenis zat tunggal yang masih bisa dibagi atau diuraikan. Zat ini tersusun secara alami tanpa adanya perubahan yang dilakukan oleh manusia. Senyawa juga memiliki perbandingan tetap.
Apabila suatu zat kimia mempunyai perbandingan unsur yang tidak tetap akibat hasil rekayasa manusia, maka zat tersebut tidak menjadi bagian dari senyawa. Agar semakin memahami materi tentang senyawa, sebaiknya simak penamaan rumus beserta jenis-jenisnya di artikel ini.
Baca juga : (Sifat-sifat Termometrik suatu Zat dalam Ilmu Fisika)
Penamaan Rumus Zat yang Dibentuk oleh Dua Unsur atau Lebih
Mengutip buku IPA Terpadu SMP/MTS Kelas VII A oleh Agus Wijaya (Grasindo), cara memberikan nama untuk senyawa dalam ilmu sains yaitu dengan menulis nama unsur logamnya terlebih dahulu, lalu diikuti dengan nama unsur non logam dan terakhir -ida.
Jika senyawa terdiri dari unsur-unsur non logam, maka penamaan senyawanya memakai awalan jumlah atom unsur penyusun. Adapun awalan yang dipakai senyawa dalam kimia adalah sebagai berikut:
● Unsur 1 : Mono
● Unsur 2 : Di
● Unsur 3 : Tri
● Unsur 4 : Tetra
● Unsur 5 : Penta
● Unsur 6 : Heksa
● Unsur 7 : Hepta
● Unsur 8 : Okta
● Unsur 9 : Nano
● Unsur 10 : Deka
Jenis-jenis Senyawa
Berdasarkan asal pembentuknya, senyawa digolongkan menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik. Penjelasannya yakni sebagai berikut:
1. Senyawa Organik
Senyawa organik adalah senyawa yang berasal dari proses fotosintesis atau berasal dari makhluk hidup. Senyawa organik terdiri dari unsur karbon (C) yang berperan sebagai rangkaian utamanya.
Senyawa ini tidak mudah larut di dalam air, namun bisa larut ketika dicampur dengan pelarut bersifat organik juga. Dikarenakan memiliki unsur karbon (C), senyawa organik lebih mudah terbakar.
2. Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik ialah jenis senyawa yang asalnya dari sumber mineral di bumi. Senyawa ini mempunyai titik didih cukup tinggi jika dibandingkan dengan senyawa organik. Perlu diingat bahwa senyawa anorganik bersifat mudah larut di dalam air dan tidak mudah terbakar.
Secara umum, sifat senyawa adalah berupa zat tunggal yang dapat terbentuk dari reaksi kimia. Selain itu, unsur-unsur penyusun senyawa mempunyai perbandingan yang tetap. (DLA)
