13 Faktor Penyebab Sariawan Bisa Muncul di Mulut Kamu

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu penyakit yang sangat menggangu rongga mulut adalah sariawan. Dilansir Healthline, Sariawan muncul akibat pertumbuhan jamur Candida albicans yang berlebihan.
Jika kamu mempunyai sistem kekebalan tubuh yang baik pertumbuhan jamur tersebut dapat dikendalikan. Sebaliknya, jika kamu memiliki penyakit yang akhirnya mengurangi kekebalan tubuh, maka jamur tersebut akan tubuh secara berlebihan.
drg. Rahmi Amtha menjelaskan bahwa terdapat 15 penyebab terjadinya sariawan pada rongga mulut. Rahmi mengungkapkan bahwa penyakit sariawan terbagi menjadi dua.
Pertama adalah sariawan klasik atau yang biasa dialami kebanyakan orang. Sariawan klasik ditandai dengan bentuk sariawan yang oval dan sakit. Biasanya, penyakit ini akan bertahan selama sekitar 2 hingga 4 minggu sebelum akhirnya sembuh.
Jenis sariawan kedua disebut apthous like ulcer. Penyakit ini berbentuk mirip seperti sariawan namun nyatanya bukan hanya sekadar luka di rongga mulut. Kondisi ini bisa terjadi selama lebih dari 4 minggu dan bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius.
Lalu, apa saja faktor yang menyebabkan seseorang mengalami sariawan? Berikut adalah daftarnya
Trauma
"Yang paling sering adalah trauma, kegigit, kepotong, ketonjok, kegesek sama makanan yang tajam,” ujar Rahmi menjelaskan. Trauma ini kemudian menimbulkan luka di mulut yang berupa sariawan.
Pra-menstruasi
Pada wanita, sariawan bisa muncul menjelang menstruasi. Sebab, pada masa tersebut, hormon progesteron dan estrogen akan rendah sehingga proteksi pada kulit pun melemah dan menyebabkan kulit mudah iritasi dan terluka.
Kemoterapi
Kemoterapi dapat merusak atau membunuh sel-sel sehat. Hal tersebut dapat membuat kamu lebih rentan terhadap sariawan dan infeksi lainnya.
Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat
Asam folat adalah nutrisi penting dalam regenerasi kulit. Selain itu, zat besi dan vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah. Penderita anemia atau kurang sel darah merah lebih rentan terkena sariawan.
Keturunan
“Orang yang cenderung sering sariawan, kemungkinan anaknya pun akan mengalami hal yang sama,” jelas Rahmi.
Stres
Stres memicu naiknya hormon yang disebut kortisol. “Hormon ini sangat merusak, jadi kalau terkena jaringan mulut akan menyebabkan mudah terluka dan sariawan,” jelas Rahmi.
Alergi makanan
Ada kalanya zat-zat dalam makanan memicu alergi. Ketika alergi terjadi, maka akan terjadi peradangan di mukosa mulut sehingga sariawan pun terjadi.
Masalah pencernaan
Sariawan juga bisa disebabkan oleh masalah pencernaan, misalnya karena asam lambung. Alasannya, asam dari lambung bisa naik dan menyebabkan sariawan pada rongga mulut.
Kelainan darah
Orang yang memiliki penyakit kelainan darah seperti anemia dan leukemia cenderung lebih mudah terkena sariawan. Pada orang yang anemia, sel darah merah tidak banyak mengalir hingga ke mukosa, sehingga mukosa mudah terluka.
Infeksi mikroba
Sariawan semacam ini disebabkan oleh mikroba, baik itu berupa bakteri, jamur, maupun virus. Contoh virus yang dapat menyebabkan sariawan adalah herpes.
Kerusakan Human Leukocyte Antigen (HLA)
Kerusakan pada antigen di sel darah putih biasanya terjadi secara genetik dan menyebabkan kecenderungan untuk lebih sering terkena sariawan.
Alergi sodium Lauryl Sulfate (SLS)
Sodium Lauryl Sulfate (SLS) adalah detergen yang terkandung dalam berbagai produk untuk kebersihan tubuh, termasuk pasta gigi. Alergi pada pasta gigi yang mengandung detergen bisa menyebabkan terjadinya sariawan.
Alergi gluten
Gluten banyak terkandung dalam produk gandum-ganduman, termasuk roti dan tepung. Salah satu efek bagi penderita alergi gluten ketika mengkonsumsi produk gandum adalah sariawan.
HIV/AIDS
Sariawan berulang yang tidak kunjung sembuh bisa jadi merupakan pertanda HIV/AIDS. Hal ini dikarenakan infeksi HIV yang menyebabkan AIDS akan menyerang sistem pertahanan tubuh
Rahmi menambahkan, kasus sariawan paling banyak di sebabkan karena trauma. "Tergigit, ketonjok, karena itu. Yang kedua adalah karena stres. Kalau sisanya hanya sedikit-sedikit," ujar Rahmi.
(MRT)
