7 Fakta Segitiga Bermuda: Tak Muncul di Peta Dunia hingga Gelombang Laut Tinggi

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa orang telah mengaitkan kasus kecelakaan di Segitiga Bermuda dengan alien, lorong waktu, bahkan monster laut seperti cumi-cumi raksasa. Selain memiliki berbagai cerita dan mitos, Segitiga Bermuda juga memilki fakta-fakta yang tidak kalah menarik. Simak daftarnya berikut ini.
Memakan korban nyawa
Ada dua insiden yang paling populer melibatkan Segitiga Bermuda. Pertama pada Maret 1918, kapal penambang USS Cyclops dalam perjalanan dari Brasil menuju ke Baltimore menghilang di dalam Segitiga Bermuda. Kedua adalah hilangnya pesawat tempur AS yang disebut Flight 19 pada 1945.
Tidak muncul di peta dunia
Berlokasi di antara pantai Atlantik Florida, Antiles, dan Puerto Rico, Segitiga Bermuda tidak muncul di peta dunia mana pun. Selain itu, Dewan Geografis AS juga tidak mengakui Segitiga Bermuda sebagai wilayah resmi Samudra Atlantik. Padahal luasnya diperkirakan antara 500.000 dan 1.510.000 mil persegi atau 1.300.000 dan 3.900.000 kilometer persegi.
Milauke Depth
Titik terdalam Samudra Atlantik atau yang disebut Milauke Depth terletak di sekitar perairan Segitiga Bermuda. Milauke Depth adalah titik terdalam palung Puerto Rico yang mencapai kedalaman 27.493 kaki atau 8.380 meter.
Tidak masuk 10 perairan paling berbahaya
Pada tahun 2013, World Wildlife Fund (WWF) melakukan studi menyeluruh tentang jalur pelayaran maritim dan menetapkan bahwa Segitiga Bermuda bukan salah satu dari 10 perairan paling berbahaya di dunia untuk pengiriman. Segitiga Bermuda juga menopang lalu lintas harian yang padat, baik melalui laut maupun udara.
Gelombang tinggi
Melansir Britannica, Segitiga Bermuda terletak di wilayah Samudra Atlantik di mana badai dari berbagai arah dapat bertemu. Badai tersebut dapat membuat gelombang laut bisa mencapai ketinggian hingga 100 kaki atau 30,5 meter. Secara teoritis gelombang tersebut cukup kuat untuk mengganggu perjalanan kapal dan pesawat.
Gas Metana
Para ilmuwan telah beranggapan bahwa kawasan Segitiga Bermuda menyimpan gas metana hasil dari pembusukan organisme laut. Hasil pembusukan di dasar laut membentuk gelembung metana yang jika pecah gas tersebut akan meledak ke permukaan laut dan akan mengganggu kapal yang melintas di area tersebut.
Utara kompas yang berbeda
Jangan mengandalkan kompas jika melewati perairan ini. Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua tempat di bumi yang di mana kompas mengarah ke utara sebenarnya, bukan pada utara magnet. Jika kesalahan kompas ini tidak ditangani, kapal dan pesawat dapat keluar jalur dari tujuan sebelumnya.
