Konten dari Pengguna

Angiospermae, Tumbuhan Berbiji Tertutup dan Kelasnya

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apel merupakan tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae, yaitu: bakal bijinya terletak di dalam bakal buah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Apel merupakan tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae, yaitu: bakal bijinya terletak di dalam bakal buah. Foto: Pixabay

Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup paling banyak ditemukan di daratan dibanding tumbuhan lainnya, yaitu sekitar 300 famili dengan lebih dari 250.000 spesies.

Perbedaan Angiospermae biji tertutup dengan tumbuhan lainnya adalah pada bunganya yang memiliki bakal biji dan letaknya di dalam bakal buah.

Angiospermae memiliki pembuluh xylem dan floem yang dapat hidup selama semusim, tahunan, maupun sukulen (sepanjang tahun karena menyimpan air di daunnya).

Anggota dari Angiospermae meliputi pohon, semak, tumbuhan merambat, perdu, dan herba.

Seperti yang dikutip dari Biologi terbitan Penerbit Erlangga, klasifikasi Angiospermae dibagi menjadi dua kelas berdasarkan struktur vegetatif dan generatifnya, yaitu Magnoliopsida (dikotil) dan Liliopsida (monokotil).

Angiospermae Kelas Magnoliopsida

Sawi merupakan contoh Angiospermae kelas Magnoliopsida. Foto: Shutter Stock

Magnoliopsida atau dikotil memiliki ciri dengan adanya dua kotiledon pada biji. Daun-daun dikotil berbentuk menyirip atau menjari dan batangnya berkambium.

Selain itu, ciri dikotil lainnya dapat dilihat dari jumlah kelopak bunga, tumbuhan dikotil memiliki kelopak bunga berjumlah kelipatan lima (5, 10, 15, dst).

Dikotil dibagi menjadi beberapa famili, di antaranya adalah:

  1. Caryophyllaceae, tanaman semusim atau tahunan yang biasanya sebagai tanaman hias. Contohnya, Dianthus chinensis.

  2. Magnoliaceae, memiliki bunga yang cukup menarik dan berupa pohon. Contohnya adalah cempaka putih.

  3. Ranunculaceae, hidup di tempat lembap, pagar, dan sepanjang sungai yang biasa digunakan sebagai obat bisul dan obat cuci perut. Contohnya, jinten hitam.

  4. Papaveraceae, contohnya: deruju.

  5. Cruciferae, contohnya sawi: lobak, dan kubis.

  6. Rosaceae, contohnya mawar: apel, dan pir.

  7. Leguminosae, contohnya: kacang tanah, buncis, lamtoro, petai.

  8. Malvaceae, contohnya: kembang sepatu dan kapas.

  9. Cactaceae, tumbuhan kelompok kaktus.

  10. Umbelliferae, contohnya: ketumbar dan seledri.

  11. Labiatae, biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak aromatik. Contohnya, lavender.

  12. Solanaceae, contohnya: tomat, kentang, cabai, tembakau, dan terung.

  13. Compositae, contohnya: bunga matahari dan selada.

Angiospermae Kelas Liliopsida

Jahe merupakan contoh Angiospermae kelas Liliopsida. Foto: Pixabay

Tumbuhan Liliopsida atau monokotil memiliki ciri-ciri berkotiledon tunggal, tidak berkambium, tulang daun berbentuk sejajar, dan biasanya berpelepah.

Selain itu, jumlah kelopak bunga pada Liliopsida adalah kelipatan tiga. Bentuk bunga Liliopsida biasanya tidak teratur dengan warna yang tidak mencolok.

Seperti halnya Magnoliopsida, Liliopsida juga dikelompokan menjadi beberapa famili, di antaranya adalah:

  1. Liliaceae, contohnya: bunga lili, asparagus, bawang merah, dan bawang putih.

  2. Palmae, contohnya: kelapa dan kurma.

  3. Gramineae, contohnya: padi, gandum, rumput, dan bambu.

  4. Orchidaceae, merupakan kelompok famili anggrek.

  5. Musaceae, contohnya, pisang.

  6. Zingiberaceae, contohnya: jahe dan lengkuas.

Sekarang kamu sudah paham mengenai karakteristik Angiosperma dan klasifikasinya. Coba amati tumbuhan yang ada di sekitarmu, manakah yang termasuk Angiosperma Magniliopsida atau Liliopsida?

(NSF)