Konten dari Pengguna

Apa Itu Segitiga Bermuda? Lokasi Kapal dan Pesawat Hilang Misterius

Berita Unik

Berita Unik

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peta Segitiga Bermuda  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peta Segitiga Bermuda Foto: Shutter Stock

Segitiga Bermuda adalah wilayah perairan dari pantai Atlantik di Florida, AS, di bagian barat, Bermuda di bagian utara dan Antiles atau Puerto Rico di bagian selatan. Beberapa kecelakaan kapal dan pesawat dilaporkan pernah terjadi di area tersebut. Tercatat lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat dikatakan menghilang secara misterius.

Beberapa kejadian yang paling terkenal adalah misteri hilangnya kapal penambang USS Cyclops dan pesawat tempur Amerika. Pada tahun 1918, kapal penambang USS Cyclops dalam perjalanan dari Brasil menuju Baltimore, Maryland, AS, dikabarkan menghilang di Segitiga Bermuda. Tidak ada penjelasan yang jelas atas hilangnya kapal tersebut. Begitu juga tidak ada puing-puing kapal yang ditemukan.

Selang 27 tahun kemudian, kecelakaan pesawat terjadi di wilayah Segitiga Bermuda. Kali ini melibatkan pesawat perang Amerika yang disebut Flight 19 pada 1945. Tak ada alasan jelas akibat insiden tersebut, bahkan puing-puing pesawat juga tidak ditemukan.

Nama Segitiga Bermuda sendiri pertama kali digunakan oleh penulis dari AS, Vincent Hayes Gaddis, di majalah berjudul Argosy edisi Februari 1964. Kepopuleran kawasan yang dikenal pula sebagai Devil's Triangle ini bertambah setelah Charles Berlitz merilis buku The Bermuda Triangle pada tahun 1974. Buku tersebut laris di pasaran dan berhasil terjual 5 juta kopi di seluruh dunia.

Ilustrasi Kawasan Segitiga Bermuda. Foto: Shutter Stock

Sejak saat itu banyak orang menghubungkan Segitiga Bermuda dengan alien, lorong waktu, gravitasi terbalik, atlantis dan monster laut. Namun berbagai teori itu dipatahkan oleh Larry Kusche dalam tulisannya di buku "The Bermuda Triangle Mystery: Solved" yang terbit pada 1975. Menurut Kusche, para penulis teori-teori tersebut terlalu berlebihan dan tidak punya bukti yang kuat. Kusche mengatakan, insiden kecelakaan di Segitiga Bermuda tidak berbeda dari insiden serupa di banyak samudra seluruh dunia.

Melansir Britannica, wilayah tersebut berkemungkinan terjadinya Gulf Stream, suatu kondisi arus laut yang besar menyebabkan perubahan cuaca. Sedangkan menurut ahli kelautan dari University of Southampton, Simon Boxal, wilayah Segitiga Bermuda menjadi berbahaya karena menjadi tempat pertemuan badai sehingga menyebabkan cuaca yang ekstrem untuk dilalui kapal laut.

Segitiga Bermuda saat ini masih menjadi daerah Samudra Atlantik dengan lalu lintas kapal dan pesawat. Daerah ini adalah jalur penting bagi kapal dagang menuju pelabuhan AS, Eropa, dan Kepulauan Karibia.

(MRT)