Konten dari Pengguna

Bahan Isolator: Pengertian dan Jenisnya

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahan isolator sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Bahan isolator sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Foto: iStock

Bahan isolator tidak dapat mengalirkan arus listrik atau panas. Bahan-bahan tersebut biasanya digunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Misalnya, gagang panci yang terbuat dari plastik agar tidak panas saat dipegang atau kabel listrik yang dililit karet agar tidak tersetrum saat memegangnya.

Berikut ini adalah bahan-bahan isolator yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari:

Contoh Bahan Isolator

Mengutip dari U.S. Departement of Energy, berikut ini adalah jenis isolator yang sering digunakan:

1. Kaca

Kaca merupakan bahan isolator. Foto: Pixabay

Bahan isolator yang pertama adalah kaca. Dalam hal ini, bahan isolator digunakan untuk merubah kaca menjadi fiberglass. Fiberglass atau serat kaca terbuat dari serat kaca halus.

Bahan ini biasa ditemukan dalam bentuk lembaran tipis dengan tebal 0,005 mm - 0,01 mm seperti kain. Sifatnya yang tahan korosi dan kuat, membuat bahan kaca digunakan untuk kapal dan badan mobil.

2. Batu

Batu merupakan bahan isolator. Foto: Unsplash.com/scottwebb

Batu juga merupakan bahan isolator. Batu umumnya digunakan di berbagai rumah dengan mengubahnya dalam beberapa bentuk.

Salah satu produk isolator yang terbuat dari batu adalah wol mineral. Wol mineral sendiri terbuat dari batu basalt. Material yang bersifat isolator pun tidak menggunakan bahan kimia.

Kelebihan dari material wol mineral adalah tahan api, tahan uap, tahan panas, kuat, menyesuaikan lingkungan, dan keras. Jadi, bahan ini cocok digunakan dalam proyek bangunan.

3. Kain

Kain merupakan bahan isolator. Foto: IG: @ikat_ind dan @cofoindonesia

Kapas, jerami, dan wol domba merupakan bahan isolator terbuat dari serat alami. Bahan-bahan itu bisa menahan aliran panas dan listrik. Setelah itu, bahan tersebut akan dibuat menjadi kain.

Kain biasanya akan dililitkan pada kawat. Hal itu bertujuan agar tidak ada arus pendek yang terjadi antara kawat.

Selain itu, bahan-bahan ini juga dibentuk dalam ukuran nano yang biasa digunakan pada lampu LED.

4. Kertas

Kertas merupakan bahan isolator. Foto: www.flickr.com by Dyylan

Kertas merupakan salah satu contoh isolator yang sering kita jumpai. Bahan kertas dibuat sebagai isolator untuk bangunan rumah dan dijadikan sebagai produk isolasi selulosa.

Bahan isolasi selulosa ini terbuat dari kertas daur ulang atau biasanya koran. Isolasi selulosa biasa digunakan sebagai instalasi loteng atau langit-langit.

5. Kayu

Kayu merupakan bahan isolator. Foto: Denis Agati-Unsplash.com

Bahan isolator ini biasa kita temukan di dapur. Beberapa gagang spatula terbuat dari kayu. Hal ini dimaksudkan agar panas tidak terasa saat kita sedang menggoreng.

Kayu juga bisa digunakan sebagai isolator listrik. Namun, pastikan kayu yang kamu pakai dalam kondisi kering.

6. Plastik

Gagang setrika terbuat dari plastik yang merupakan bahan isolator. Foto: Shutter Stock

Beberapa bahan rumah tangga juga menggunakan plastik. Seperti kayu, plastik biasa digunakan pada alat-alat rumah tangga.

Beberapa alat rumah tangga yang memanfaatkan sifat isolator pada plastik adalah gagang panci, gagang spatula, dan setrika.

Banyak alat-alat di sekitar kita yang menggunakan bahan isolator. Tujuannya adalah agar kita merasa aman dan nyaman saat menggunakan peralatan listrik atau rumah tangga lainnya.

(NSF)