Cara Merawat Ikan Cupang yang Hampir Mati

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara merawat ikan cupang yang hampir mati membutuhkan teknik khusus. Ikan cupang yang hampir mati memiliki ciri-ciri berwarna pucat, sirip dan ekornya lemas, mata tidak responsif, serta lainnya.
Saat ikan cupang dalam kondisi tersebut, bisa dipastikan hewan tersebut kritis dan usianya sudah tidak lama lagi. Namun, ada beberapa cara untuk menambah peluang hidup ikan cupang.
Pada artikel ini, kita akan membagikan tips mengenai cara menyelamatkan ikan yang hampir mati.
Cara Merawat Ikan Cupang yang Hampir Mati
Berikut cara merawat ikan cupang agar tidak mati, dikutip dari situs Nippy Fish:
1. Menjaga Kondisi Ikan Cupang
Cara merawat ikan cupang yang hampir mati adalah melihat kondisinya. Ada empat hal penting yang harus dilakukan untuk menjaga kondisi ikan cupang tetap stabil.
Melakukan perawatan tangki secara teratur, yaitu mengganti air, menyedot sisa makanan, dan membersihkan filter.
Memberi makanan dengan kualitas baik dalam jumlah kecil sebanyak dua kali sehari.
Memperhatikan lingkungan ikan cupang. Selalu melakukan penyaringan dengan teratur, memberikan ventilasi di atas permukaan air, memberi tanaman hidup, serta tempat persembunyian kecil untuk ikan cupang.
Mencatat setiap adanya perubahan pada ikan cupang yang sudah kritis, apakah semakin baik atau semakin buruk. Terkadang, dekorasi baru bisa menyebabkan penyakit atau terkadang membuat cupang menjadi lebih bahagia.
2. Periksa Kondisi Air
Kondisi air juga memengaruhi kesehatan ikan cupang. Kondisi air yang tidak tetap dapat menyebabkan hal fatal bagi cupang. Ikan cupang hidup pada suhu air sekitar 25.5 derajat Celsius hingga 26,5 derajat Celsius.
Jadi, pastikan suhu airnya sudah tepat. Kemudian, jangan terlalu dingin atau terlalu panas.
Periksa juga kadar amonia dan nitrat pada tangki air menggunakan alat uji. Kadar amonia yang aman bagi ikan cupang adalah 0 ppm dan kadar nitrat 30 ppm.
Jika kadar amonia dan nitrat terlalu tinggi, ikan cupang akan keracunan dan kamu harus mengganti air secepatnya. Kamu juga bisa memasukkan ikan cupang ke dalam tangki karantina.
Selain suhu, kadar amonia, dan nitrat, perhatikan juga kondisi-kondisi yang lainnya, yaitu:
Ketinggian air yang tepat. Jika cupang terus menerus terlihat tenggelam, bisa dipastikan air terlalu tinggi untuk cupang yang sedang lemah. Kamu juga bisa memasukkan cupang ke dalam jaring atau kotak pembiakan.
Menurunkan aliran filter dengan mengarahkan ke kaca atau benda. Kamu juga bisa menggunakan filter dari spons.
Menambahkan batu udara agar air teroksidasi dan cupang bisa bernapas dengan mudah.
Memasukkan Catapa atau daun Almond India kering ke dalam tangki untuk menambah kekebalan ikan cupang dan menambah nafsu makan ikan.
3. Mengidentifikasi Gejala dan Berikan Obat
Setelah memastikan kondisi tangki baik untuk ikan cupang yang sedang lemah, maka kamu harus mengetahui tanda ikan cupang stress agar bisa menentukan obat yang sesuai.
Penyakit ikan cupang biasanya disebabkan oleh virus, penyakit genetik, dan perilaku ikan yang sering menggigit sirip. Ikan cupang yang sakit juga bisa disebabkan kondisi tangki dan usia yang sudah tua.
Namun, ikan cupang cenderung menyembunyikan penyakitnya hingga parah. Saat kondisi ikan cupang sudah parah, pengobatan bisa menyebabkan ikan cupang stres.
Sehingga, saat ikan cupang yang sudah kritis sebaiknya dikarantina terlebih dahulu hingga kondisi stabil. Kemudian, baru diberi obat yang sesuai.
4. Bawa Ikan Cupang ke Dokter
Jika kamu sudah tidak bisa menangani ikan cupang sendirian, maka bisa membawanya ke dokter hewan. Namun, pastikan dokter hewan yang kamu datangi sudah bersertifikat.
Kamu bisa memanggilnya ke rumah untuk mengecek kondisi lingkungan ikan cupang. Selain itu, kamu juga bisa mengetahui penyebab ikan cupang mati mendadak.
Itulah cara merawat ikan cupang yang hampir mati. Semoga ikan cupang kamu bisa selamat dan kembali hidup sehat.
(NSF)
