Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Fungi, Berbeda dengan Tumbuhan!

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jamur atau fungi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jamur atau fungi. Foto: Shutterstock

Meski sempat dianggap sebagai plantae atau tumbuhan, namun ciri-ciri fungi atau jamur berbeda dengan tumbuhan. Bahkan, ciri-cirinya lebih dekat dengan hewan.

Jamur adalah organisme heterotrofik yang tidak bisa berfotosintesis. Beberapa jamur hanya berkembang biak secara aseksual dan sisanya berkembang biak secara seksual dan aseksual.

Ciri-ciri fungi dan contohnya akan dibahas dalam artikel ini. Lalu, apa saja ciri-ciri fungi secara umum? Melansir dari Biology by OSCRiceUniversity, berikut ini adalah penjelasannya:

Ciri-ciri Fungi dan Penjelasannya

1. Fungsi Sel Fungi

Sel pigmen pada fungi untuk melindungi dirinya dari radiasi ultraviolet. Foto: stux from Pixabay

Nukleus atau inti sel pada jamur terikat dengan membran. Jadi, jamur merupakan eukariota sehingga organisasi selulernya cukup kompleks.

Seperti sel eukariotik lainnya, terdapat pula protein histon pada DNA di dalam nukleus sel fungi.

Mitokondria juga ditemukan pada sel jamur. Selain itu, sel jamur mengandung membran yang memiliki sistem kompleks, seperti retikulum endoplasma dan badan golgi. Seperti halnya eukariota lainnya, jamur memiliki membran sel.

Jamur tidak memiliki klorofil dan kloroplas yang ada pada tumbuhan. Beberapa jamur memiliki pigmen yang cerah, seperti Amanita muscaria (jamur beracun) yang berwarna merah cerah.

Fungsi pigmen pada jamur untuk melindunginya dari radiasi ultraviolet.

Dinding sel pada sel jamur cukup tebal. Dinding sel ini mengandung polisakarida yang disebut glukan dan kitin.

Kitin biasa ditemukan pada serangga. Kitin pada jamur berfungsi untuk melindungi dinding sel dari predator.

2. Habitat Fungi

Fungi tumbuh di tempat lembab dan asam. Foto: Mitrey from Pixabay

Jamur dapat tumbuh di lingkungan yang lembab dan cenderung asam. Jamur bahkan dapat tumbuh tanpa cahaya. Namun, jamur tetap bertahan di bawah sinar matahari langsung.

Sebagian besar jamur merupakan aerob obligat, yaitu organisme yang memerlukan oksigen untuk bertahan hidup.

Nyatanya, ada jamur yang masuk ke dalam spesies anaerob, seperti jamur pada rumen sapi. Oksigen untuk jamur jenis ini dapat membunuh mereka.

Ada juga jamur yang sifatnya aerob obligat, tetapi masih bisa bertahan hidup jika oksigen tidak ada dengan respirasi anaerobnya. Contohnya, ragi untuk fermentasi alkohol.

3. Nutrisi yang Diperlukan Jamur

Fungi membutuhkan nutrisi dari organisme yang membusuk. Foto: Shutter Stock

Jamur menggunakan senyawa organik untuk sumber karbon mereka. Layaknya hewan, jamur tidak membutuhkan nitrogen dari atmosfer, tetapi mendapatkannya dari makanan.

Jamur mendapatkan nutrisi dari organisme yang membusuk, terutama dari tanaman.

Pada jamur, terdapat eksoenzim yang bisa memecahkan polisakarida yang tidak larut. Contohnya, lignin kayu mati diubah menjadi glukosa sehingga mudah diserap.

Beberapa jamur adalah parasit yang dapat menginfeksi makhluk hidup lain, seperti yang dialami manusia yaitu kutu air dan sariawan.

4. Perkembangbiakan Jamur

Perkembangbiakan fungi secara seksual dan aseksual. Foto: jag2020 from Pixabay

Jamur dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Secara aseksual, jamur berkembang biak dengan cara menghasilkan spora, tunas, atau dengan fragmentasi.

Sedangkan secara seksual, terjadi perkawinan antara dua jamur secara konjugasi. Cara berkembang biak secara seksual dapat menghasilkan variasi genetik pada populasi kingdom fungi.

Itulah ciri-ciri fungi yang meliputi fungsi sel, habitat, nutrisi, dan perkembangbiakan jamur. Beberapa ciri-ciri jamur mirip dengan tumbuhan, namun sebagian besarnya mirip dengan hewan.

(NSF)