Konten dari Pengguna

Contoh Hipotesis Karya Ilmiah: Pengertian dan Penjelasan

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi diskusi contoh hipotesis karya ilmiah (Foto: Priscilla Du Preez via Unsplash).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi diskusi contoh hipotesis karya ilmiah (Foto: Priscilla Du Preez via Unsplash).

Contoh hipotesis karya ilmiah sering dicari banyak mahasiswa dan pelajar. Kamu mungkin membutuhkan ini sebelum menulis karya ilmiah.

Karya ilmiah menjadi salah satu tugas wajib. Beberapa kampus mewajibkan mahasiswa untuk membuat hipotesis sebagai syarat kelulusan.

Hipotesis karya ilmiah sendiri merupakan komponen penting dari penelitian yang harus disusun. Hipotesis lazim digunakan dalam penelitian kuantitatif.

Penelitian atau riset di berbagai bidang menggunakan hipotesis. Misalnya, riset sosial humaniora atau penelitian dalam rumpun matematika dan ilmu pengetahuan alam. Keduanya menggunakan hipotesis dalam kerangka penelitiannya.

Contoh Pengajuan Hipotesis Karya Ilmiah

Sebelum membahas contoh penelitiannya, kamu harus memahami soal hipotesis karya ilmiah terlebih dahulu.

Mengutip Cresswell (2009) dalam Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, hipotesis adalah prediksi yang dibuat oleh peneliti mengenai hubungan antar variabel yang diinginkan.

Hipotesis ini berguna sebagai jawaban sementara dari pertanyaan penelitian. Jadi, kamu harus memiliki pertanyaan penelitian terlebih dahulu sebelum menyusun hipotesis.

Hipotesis karya ilmiah terdiri dari tiga jenis, yaitu hipotesis nol, hipotesis berarah, dan hipotesis tidak berarah.

Berikut ini merupakan definisi dari tiga jenis hipotesis, dikutip dari Supratiknya (2015) dalam buku Metodologi Penelitian Kuantitatif & Kualitatif Dalam Psikologi:

  • Hipotesis Nol: prediksi bahwa tidak ada hubungan antar variabel atau tidak ada perbedaan antar kelompok terkait variabel penelitian.

  • Hipotesis Berarah atau Hipotesis Alternatif: prediksi bahwa terdapat hubungan antar variabel atau antar kelompok terkait variabel penelitian, baik secara positif maupun negatif.

  • Hipotesis Tidak Berarah: prediksi bahwa ada hubungan, namun tidak merumuskan secara spesifik hubungan antar variabel atau antar kelompok terkait variabel penelitian.

Contoh pengujian hipotesis karya ilmiah biasanya menggunakan istilah. Hipotesis Nol ditulis dengan H0, sedangkan Hipotesis Berarah, dan Hipotesis Tidak Berarah ditulis dengan H1.

Ilustrasi ujian dengan soal membuat contoh hipotesis karya ilmiah (Foto: Shutterstock).

Contoh Hipotesis Karya Ilmiah

Supaya kamu mendapatkan gambaran mengenai penggunaannya, berikut ini adalah contoh hipotesis untuk karya ilmiah. Contoh hipotesis pada karya tulis ilmiah diambil dari penelitian psikologi.

Seperti yang sudah dijelaskan, riset sosial humaniora menggunakan hipotesis penelitian. Hal tersebut juga berlaku pada psikologi yang berada di dalam rumpun sosial humaniora.

Penelitian dari Krisantono (2020) mengenai perbedaan strategi coping stress antara mahasiswa seni musik yang berbeda preferensi, sebetulnya digunakan untuk melihat contoh anggapan dasar dan hipotesis dalam karya ilmiah.

Dalam penelitian Perbedaan Strategi Coping Stress Dilihat Dari Preferensi Jenis Musik Klasik Dan Jazz Pada Mahasiswa Jurusan Musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta, peneliti mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

“Apakah terdapat perbedaan strategi coping stress dilihat dari preferensi jenis musik pada mahasiswa musik Institut Seni Indonesia Yogyakarta?”

Berdasarkan pertanyaan penelitian tersebut, peneliti mengajukan dua hipotesis, seperti contoh hipotesis berikut ini:

“Ada perbedaan skor problem-focused coping antara mahasiswa musik klasik dan jazz. Mahasiswa musik klasik memiliki skor yang lebih besar pada problem-focused coping daripada mahasiswa musik jazz.”

“Ada perbedaan skor emotional-focused coping antara mahasiswa musik klasik dan jazz. Mahasiswa musik jazz memiliki skor yang lebih besar pada emotional-focused coping daripada mahasiswa musik klasik”.

Melihat contoh hipotesis karya ilmiah di atas, dapat diketahui bahwa hipotesis yang digunakan peneliti merupakan Hipotesis Berarah atau Hipotesis Alternatif.

Hipotesis Berarah atau Hipotesis Alternatif ini bisa dilihat dari bentuk hipotesis peneliti yang memprediksi arah dari hubungan variabel antar kelompok terkait.

Peneliti memprediksi dua hal. Pertama, mahasiswa musik klasik memiliki skor yang lebih besar pada problem-focused coping dibanding mahasiswa musik jazz.

Kedua, mahasiswa musik jazz memiliki skor yang lebih besar pada emotional-focused coping dibanding mahasiswa musik klasik.

Ilustrasi diskusi contoh hipotesis karya ilmiah (Foto: Gradikaa Aggi via Unsplash).

Demikian contoh hipotesis karya ilmiah beserta penjelasannya. Kamu bisa menerapkan contoh hipotesis di atas dan menjadikannya sebagai referensi penelitianmu.

(RKW)