Konten dari Pengguna

Gerak Semu Matahari Terhadap Bumi, Ini Prosesnya

Berita Unik

Berita Unik

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Matahari terbit adalah contoh gerak semu harian Matahari. Foto: Unsplash.com/davealman
zoom-in-whitePerbesar
Matahari terbit adalah contoh gerak semu harian Matahari. Foto: Unsplash.com/davealman

Gerak semu Matahari diartikan sebagai Matahari yang terlihat seolah-olah bergerak. Sedangkan di tata surya, Matahari sebagai pusat Tata Surya tidaklah bergerak, melainkan planet-planet yang bergerak mengitari Matahari.

Pergerakan Bumi, menyebabkan gerakan semu Matahari. Rotasi Bumi menyebabkan gerak semu harian Matahari. Kemudian, revolusi bumi menyebabkan gerak semu tahunan Matahari.

Pengertian Gerak Semu Matahari

1. Gerak Semu Harian Matahari

Gerak semu harian Matahari akibat rotasi bumi. Foto: NASA

Secara harian, gerak semu Matahari disebabkan oleh rotasi Bumi. Kita yang berada di Bumi melihat seolah-olah Matahari bergerak dari timur ke barat. Padahal, kenyataannya Bumi yang berputar dari barat ke timur.

Mengapa disebut gerak semu harian? Sebab, kita sebagai pengamat dapat melihat pergerakan Matahari yang semu setiap hari seolah-olah terbit di Timur dan tenggelam di Barat.

Gerak semu Matahari menyebabkan terjadinya siang dan malam di Bumi. Belahan Bumi yang terkena Matahari akan mengalami waktu siang dan belahan Bumi lain mengalami waktu malam.

Akibat rotasi Bumi yang terus menerus dari barat ke timur, maka menyebabkan terjadinya waktu siang dan malam yang berbeda.

Jadi, kita mengenal adanya perbedaan waktu antar negara. Misalnya, saat kamu di Jakarta jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. Teman kamu yang berada di Tokyo, jamnya sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB.

2. Gerak Semu Tahunan Matahari

Gerak semu tahunan Matahari akibat revolusi bumi. Foto: NASA

Gerak semu tahunan Matahari menyebabkan Matahari seolah-olah bergerak dari utara ke selatan.

Mengutip Seribu Pena Fisika, gerak semu tahunan Matahari ini diakibatkan karena adanya gerak revolusi Bumi yang mengelilingi Matahari.

Pada 21 Maret dan 23 September, setiap tahunnya Matahari berada di atas garis khatulistiwa. Hal ini menyebabkan Indonesia akan merasakan Matahari begitu panas.

Sementara itu, saat 21 Juni posisi Matahari berada di 23,5 derajat lintang selatan. Lalu, pada 22 Desember, posisi Matahari berada di 23,5 derajat lintang utara.

Dampak gerak semu Matahari ini terjadi karena revolusi Bumi yang lintasannya berbentuk elips, kemudian terjadinya perbedaan musim di belahan Bumi sepanjang tahunnya.

Beberapa negara mengalami empat musim, yaitu musim semi, gugur, panas, dan dingin.

Berikut ini adalah pembagian musim di belahan Bumi utara dan selatan, dikutip dari buku Bumi Kita dan Tata Surya:

Pembagian musim di belahan Bumi Utara:

  • Musim semi: 21 Maret – 21 Juni

  • Musim panas: 21 Juni – 23 September

  • Musim gugur: 23 September – 22 Desember

  • Musim Dingin: 22 Desember – 21 Maret

Pembagian musim di belahan Bumi Selatan:

  • Musim semi: 23 September – 22 Desember

  • Musim panas: 22 Desember – 21 Maret

  • Musim gugur: 21 Maret – 22 Juni

  • Musim Dingin: 21 Juni – 23 September

Itulah penjelasan mengenai gerak semu Matahari yang disebabkan karena adanya rotasi dan revolusi Bumi.

(NSF)