kumparan
KONTEN PENGGUNA
11 Februari 2020 16:10

Kalahkan Vantablack, Inilah Warna Hitam Tergelap di Dunia

Strebe 1.png
Perbandingan berlian 16,78 karat dengan warna natural yellow (kiri) dengan berlian yang dilapisi warna hitam tergelap di dunia (kanan). Foto: Diemut Strebe/MIT
Sekelompok peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melaporkan berhasil membuat warna hitam tergelap yang ada di dunia. Dalam situs web resminya, MIT mengklaim bahwa material tersebut 10 kali lebih gelap dibandingkan warna lain di seluruh dunia. Termasuk, leih gelap dari Vantablack yang beberapa tahun lalu dinobatkan sebagai warna tergelap di dunia.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, nama bagi warna tergelap baru yang ada di dunia ini belum ditentukan oleh para peneliti. Mereka sejauh ini menyebutnya dengan "the blackest black on earth."
Uniknya, peneliti MIT tidak sedang mencoba membuat material tergelap. Riset yang dilakukan adalah untuk meningkatkan sifat termal dan listrik dari aluminium. Material bernama Carbon Nanotubes (CNTs) “ditumbuhkan” pada aluminium untuk menyukseskan riset tersebut.
Dengan melapisi aluminium dengan logam dan memanaskannya, CNTs dapat tumbuh layaknya tumbuhan. Ketika telah tumbuh dan melapisi aluminium dengan ketebalan tertentu, peneliti cukup dikagetkan dengan warna yang terlihat pada material tersebut.
Pada saat yang bersamaan, ilmuwan juga tengah berkolaborasi dengan seniman dari kampus yang sama, Diemut Strebe. Kerja sama ini akhirnya mendorong mereka untuk melakukan uji optik pada material tersebut. Hasilnya, material yang dibuat itu dapat menyerap hingga 99,995% cahaya yang diberikan kepadanya. Hingga 10 kali lebih gelap dibandingkan warna-warna lain.
ADVERTISEMENT
"Kelompok kami tidak biasanya berfokus pada sifat optik material, namun pekerjaan ini terjadi bersamaan dengan kolaborasi seni dan sains kami dengan Diemut, maka seni telah memengaruhi sains pada kasus ini," kata Brian Wardle, profesor aeronautika dan astronautika MIT, di situs web resmi kampus.
Strebe 2.png
Diemut Strebe pada pembukaan pameran di The New York Stock Exchange, September 2019. Foto: NYSE/Diemut Strebe
Kolaborasi seni dan sains ini berlanjut hingga tahap pameran. Strebe melapisi material warna tergelap tersebut terhadap sebuah berlian 16,78 karat seharga 2 juta dolar AS. Strebe memberikan judul pameran ini sebagai “Redemption of Vanity”.
Strebe menumbuhkan CNTs pada berlian sebagaimana CNTs ditumbuhkan pada aluminium. Hasilnya luar biasa. Berlian kuning yang indah “hilang” tidak dapat terlihat oleh mata.
"Keduanya (berlian dan CNTs) terbentuk dari karbon. Terdiri dari unsur yang sama, perbedaan keduanya hanya ada pada struktur atom. Perbedaan struktur atom tersebut pada akhirnya dapat membuat kedua unsur tersebut menjadi amat berbeda dari segi penampilan," ujar Strebe, dikutip Business Insider.
ADVERTISEMENT
Pemanfaatan material dengan titel tergelap nyatanya merentang jauh dari hanya untuk meningkatkan sifat aluminium dan pameran seni. Pemenang nobel bidang fisika tahun 2006, John C. Mather, mencoba untuk mengeksplorasi kemungkinan penggunaan material ini untuk kebutuhan astrofisika yang ia tekuni.
Mather menyebutkan bahwa, “Instrumen optik seperti kamera dan teleskop harus dapat menghilangkan glare yang tidak diinginkan. Kita membutuhkan sesuatu yang sangat hitam. Dan harus dapat menahan (dampak dari) peluncuran roket. Versi yang lebih lama dari ini berbentuk bulu-bulu yang rapuh, tapi material yang ini lebih mirip sikat, dibuat untuk diberikan tekanan."
Kolaborasi seni dan sains ala MIT ini membuktikan bagaimana seni dapat mendorong sains lebih jauh, dan juga sebaliknya. Dibutuhkan lebih banyak kolaborasi antar bidang dan sektor lain untuk terus menghasilkan karya-karya yang dibutuhkan dunia.
ADVERTISEMENT
(EDR)
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan