Konten dari Pengguna

Kenali 6 Jenis Kamera Sebelum Beli HP Baru

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kamera pada HP iPhone 12. Foto: Stephen Lam/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kamera pada HP iPhone 12. Foto: Stephen Lam/REUTERS

Setiap orang pasti sudah memiliki handphone (HP) yang tersimpan pada saku celana atau tas pribadi masing-masing. Perangkat ini begitu dibutuhkan karena kemampuan dan fungsinya yang amat beragam.

Salah satu fungsinya adalah fotografi yang hari ini sudah menjadi komponen yang integral pada sebuah ponsel. Spesifikasi kamera mumpuni menjadi daya tarik sendiri bagi para konsumen yang akan membeli smartphone baru.

Soal jumlah kamera ponsel, Triple dan quad seakan sudah menjadi standar yang harus dimiliki ponsel saat ini, termasuk HP seharga Rp 2 – 3 jutaan sekali pun. Namun, sebenarnya apa fungsi dari kamera-kamera tersebut?

Umumnya ada enam jenis kamera yang tersaji di smartphone saat ini, yaitu kamera standar atau utama, kamera ultra-wide, kamera telephoto atau periscope zoom, kamera macro, kamera monochrome, dan depth sensor/3D ToF sensor.

Ilustrasi membandingkan HP. Foto: Issei Kato/REUTERS

Lalu, bagaimana agar konsumen bisa benar-benar memahami kemampuan fotografi pada smartphone yang ada di pasaran? Bagaimana konsumen dapat memastikan bahwa HP tersebut dapat menghasilkan jepretan yang sempurna?

Berikut ini adalah hal-hal mendasar ihwal kemampuan fotografi pada smartphone agar kamu tidak sampai salah beli.

1. Kamera Standar atau Utama

Dulu, ini adalah satu-satunya kamera yang tersedia di smartphone yang mampu memotret objek tanpa memperbesar atau memperkecil. Kamera ini biasanya paling sering digunakan karena sederhana.

2. Kamera Ultra-Wide

LG adalah yang pertama menerapkan jenis kamera belakang ini pada tahun 2016. Perangkat tersebut bisa mengambil gambar dengan bidang pandang atau perspektif yang lebih luas dibandingkan kamera utama.

Selain itu, kamera jenis ini sangat ideal digunakan untuk pemotretan berkelompok, bangunan atau arsitektur, serta pemandangan.

Kamu sudah bisa mendapatkan ponsel dengan kamera ultra-wide mulai dari harga Rp 2 – 3 jutaan. Jangan berharap untuk bisa menemukannya di bawah banderol tersebut untuk saat ini dengan kondisi ponsel baru.

iPhone 12 dengan dual-camera saat diperkenalkan ke publik. Foto: Stephen Lam/REUTERS

3. Telephoto atau Periscope Zoom

Kamera ini mampu menampilkan hasil jepretan yang diperbesar. Umumnya dengan pembesaran optikal 2-3 kali. Ini menjadi kamera Periscope fitur kekinian karena menggunakan prisma untuk memperbesar lebih jauh, antara 4 dan 6 kali optical zoom.

Beberapa merek ponsel yang dipersenjatai kamera telephoto antara lain, Huawei P30 yang memiliki kamera telephoto 3 kali dan dapat memberikan bidikan zoom hibrida 5 kali.

4. Kamera Makro

Sensor ini adalah tambahan yang relatif baru di dunia smartphone. Ia memungkinkan kamu mengambil bidikan makro (gambar close-up yang ekstrem) dari objek kecil, seperti serangga, bunga, dan koin. Salah satu HP yang memiliki jenis kamera tersebut adalah OnePlus 7T.

5. Kamera Monokrom

Jenis kamera ini sudah mulai jarang terpasang di ponsel. Huawei diketahui menjadi yang pertama menawarkan ponsel dengan sensor monokrom sekunder.

Kamera ini digunakan untuk mengambil foto hitam-putih secara murni. Hasilnya tentu berbeda dengan foto berwarna yang diubah menjadi black and white melalui filter.

Kamera monokrom juga dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja cahaya rendah. Sebab, kurangnya filter warna meningkatkan kemampuan pengumpulan cahaya.

Huawei P40. Foto: kumparan

6. Depth atau 3D Tof Sensor

Kamu sebenarnya tidak dapat mengambil foto khusus dengan jenis kamera ini. Sebab, kamera ini biasanya digunakan untuk mengambil informasi tambahan saat mengambil foto melalui kamera utama.

Depth sensor sering digunakan pada foto mode potret dan memberikan informasi untuk memastikan bahwa objek berada dalam keadaan fokus, sementara latar belakangnya tidak. Sensor ToF 3D pada dasarnya sensor untuk menangkap informasi yang lebih akurat.

Biasanya kamu akan menemukan depth sensor di ponsel yang lebih murah. Sementara ponsel kelas atas menawarkan sensor 3D ToF.

Beberapa ponsel bahkan tidak memiliki keduanya dan menggunakan kamera telephoto atau perangkat lunak untuk menangkap informasi yang mendalam. Faktanya, banyak ponsel menggunakan mode potret berbasis perangkat lunak untuk kamera selfie.

(EDR)