Konten dari Pengguna

Lubang Resapan Biopori: Manfaat dan Cara Membuat

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempersiapkan pipa biopori dengan melubanginya kecil-kecil. Foto: IST
zoom-in-whitePerbesar
Mempersiapkan pipa biopori dengan melubanginya kecil-kecil. Foto: IST

Lubang resapan biopori merupakan lubang yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter 10-30 cm dan biasanya diisi dengan sampah organik. Hal itu berfungsi sebagai makanan bagi makhluk hidup yang tinggal di dalam tanah.

Alat biopori merupakan salah satu teknologi untuk meningkatkan infiltrasi tanah, penanganan genangan air di perkotaan atau daerah padat bangunan, dan memperbaiki ekosistem tanah.

Dikutip dari Badan Litbang pertanian Kementerian Pertanian, lubang resapan biopori memiliki manfaat berikut ini:

Manfaat Lubang Resapan Biopori

1. Tempat Sampah Organik

Ilustrasi sampah organik untuk lubang resapan biopori. Foto; Pixabay

Permasalahan sampah menjadi salah satu tujuan biopori. Pada proses pembuatan biopori, biasanya sampah organik turut dimasukkan ke dalam biopori. Sampah organik adalah sampah rumah tangga yang mudah terurai. Misalnya, sisa sayur dan buah.

Memasukkan sampah organik ke biopori dapat mengurangi volume sampah yang dibuang. Selain itu, sampah di dalam biopori akan menjadi lebih mudah terurai dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.

2. Menyuburkan tanaman

Manfaat biopori bagi lingkungan adalah menyuburkan tanaman di sekitarnya.

Dengan adanya sampah organik di lubang biopori, maka populasi cacing akan semakin meningkat. Nantinya, cacing tersebut akan menyuburkan tanah di sekitar lubang biopori.

3. Mencegah Banjir

Tujuan pembuatan lubang resapan biopori adalah menjadi resapan dan penampung air hujan.

Lubang dari biopori yang berada di bawah permukaan tanah, membuat air dapat mengalir ke dalam biopori. Jadi, air tidak banyak menggenang di permukaan halaman.

Efektivitas dan manfaat biopori akan semakin dirasakan jika pembuatan biopori dilakukan secara kolektif. Semakin banyak biopori di suatu area, maka membuat air yang terserap dan tertampung semakin banyak.

4. Menambah air tanah

Saat hujan turun, fungsi lubang resapan biopori akan menampung air hujan dan menyerap ke dalam tanah.

Air hujan akan terserap ke dalam tanah, karena struktur pipa biopori yang berlubang dan merembes ke dalam tanah.

Cara Membuat Lubang Resapan Biopori

Sebelum membuat lubang biopori, kamu harus memperhatikan beberapa hal ini:

  • Sumur resapan harus berada di lahan yang datar, tidak curam, dan jauh dari belerang.

  • Jauh dari tempat penimbunan sampah dan jauh dari septic tank (minimal lima meter)

  • Berjarak minimal satu meter dari pondasi bangunan.

  • Struktur tanah harus memiliki daya resap yang tinggi.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membagikan cara membuat lubang biopori yang benar, berikut ini adalah caranya:

Cara membuat lubang biopori. Foto: sda.pu.go.id
  • Pertama, siapkan tanah yang akan digali. Siram tanah terlebih dahulu agar mudah digali.

  • Lubangi tanah sedalam 1 hingga 1,5 meter dengan diameter 10-30 cm. Lalu, kamu bisa menggunakan bor tanah atau linggis.

  • Dinding lubang tersebut bisa diberi penguat atau tidak. Jika ingin diberi penguat, maka cukup menyusun beton atau batu bata di dindingnya. Jika diberi penguat diameter, maka lubang bisa dilebarkan.

  • Hubungkan talang ke lubang biopori agar air hujan dari talang dapat langsung mengalir ke lubang.

  • Buatlah parit untuk pembuangan air hujan jika air di lubang biopori penuh dan meluap.

  • Jangan lupa untuk mengisi lubang dengan sampah organik. Terakhir, tutup lubang dengan pipa yang sudah dilubangi dengan jarak 3 cm.

Itulah penjelasan mengenai lubang resapan biopori beserta cara pembuatannya. Jika wilayah rumahmu rawan banjir dan sering tergenang saat hujan, maka lubang biopori bisa jadi solusi yang tepat.

(MRT)