Konten dari Pengguna

Melawan Stigma Kacang Sebagai Makanan yang Katanya Bikin Badan Gemuk

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kacang-kacangan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kacang-kacangan. Foto: Shutterstock

Makan kacang dianggap dapat berakibat buruk pada tubuh manusia. Mengonsumsi makanan ini diisukan dapat membuat badan gemuk karena kandungan lemak dan kalorinya yang terlalu tinggi.

Meski stigma soal kacang sebagai makanan banyak beredar di masyarakat, namun ternyata fakta yang sebenarnya agak sedikit berbeda. The Australian Dietary Guidelines bahkan merekomendasikan setiap orang untuk mengonsumsi 30 gram kacang per hari.

Menurut petunjuk kesehatan tersebut, kacang tidak perlu dihindari karena tidak akan menyebabkan kegemukan. Sebabnya, sebagian besar lemak yang dikandung kacang adalah lemak yang berkategori baik.

Selain itu, tubuh manusia sebenarnya tidak akan menyerap seluruh lemak yang dikandung kacang. Tubuh kita akan lebih berfokus untuk menyerap nutrisi lain yang dikandung kacang-kacangan.

Jenis-jenis kacang yang dikonsumsi sebagai makanan. Foto: Kazvorpal via Wikimedia Commons

Lemak pada Kacang

Jumlah lemak pada kacang bervariasi bergantung pada jenisnya. Satu porsi kacang mete mentah dengan berat 30 gram mengandung sekitar 14 gram lemak, sedangkan macadamia mentah dalam berat yang sama mengandung sekitar 22 gram lemak.

Lemak yang terdapat dalam kacang ini pada umumnya merupakan lemak tak jenuh dan tak jenuh ganda yang dikenal sebagai lemak baik. Zat ini berguna membantu menurunkan kolesterol dari lemak jenuh pada tubuh kita.

Bahkan, meskipun kacang masih tinggi akan kandungan lemak dan kalori, kudapan ini sesungguhnya tidak layak untuk dihindari.

Dalam sebuah penelitian yang dilansir Science Alert, orang-orang yang secara teratur makan kacang cenderung lebih sedikit mengalami kenaikan berat badan ketimbang mereka yang tidak.

Indeks Massa Tubuh (BMI) pada orang-orang yang gemar makan kacang juga tidak berbeda dengan mereka yang tidak makan kacang.

Bahkan faktanya, kelompok orang yang teratur makan kacang kehilangan lebih banyak lemak tubuh daripada mereka yang tidak makan kacang ketika mereka bertujuan menurunkan berat badan.

Kacang tanah. Foto: Pixabay

Mengapa Kacang yang Banyak Lemak dan Kalori Tak Akan Membuat Gemuk?

Ada beberapa penjelasan mengapa makan kacang tidak menyebabkan penambahan berat badan.

Pertama, tubuh kita tidak menyerap semua lemak dalam kacang. Hal ini terjadi karena lemak dalam kacang tersimpan pada dinding sel kacang yang tidak mudah rusak selama pencernaan.

Beberapa lemaknya justru terbuang bersama kotoran. Selain itu, jumlah kalori yang kita serap dari memakan kacang hanya sekitar 5 persen hingga 30 persen saja.

Kedua, kacang meningkatkan jumlah kalori yang akan dibakar di dalam tubuh. Mengonsumsi kacang juga dapat meningkatkan jumlah energi dan lemak yang akan terbakar.

Sebagai dampaknya, peningkatan jumlah kalori yang terbakar dapat membantu kita mempertahankan atau menurunkan berat badan.

Ketiga, kacang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, karena kacang-kacangan kaya akan protein dan serat. Jadi, kacang membuat kita cenderung makan lebih sedikit.

Kacang mete. Foto: Thinkstock

Di samping itu semua, ternyata kacang-kacangan juga membantu meningkatkan kualitas keseluruhan jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh makan.

Inilah mengapa kacang cocok untuk menggantikan junk food sebagai camilan.

Secara keseluruhan, bukti-bukti tersebut menunjukkan bahwa kacang adalah kudapan sehat yang dapat memberi banyak nutrisi bagi tubuh kita. Pendek kata, orang-orang yang makan kacang memiliki gaya hidup yang lebih sehat secara umum.

(EDR)