Konten dari Pengguna

Misteri Segitiga Bermuda: Kompas Mendadak Rusak hingga Kapal Hilang

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peta Segitiga Bermuda. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peta Segitiga Bermuda. Foto: Wikimedia Commons

Perairan di Samudra Atlantik terdapat Segitiga Bermuda, wilayah yang dikenal menyimpan banyak misteri sejak tahun 1492. Wilayah yang ditandai dengan pantai Florida, AS, di bagian barat, Bermuda di bagian utara, dan Puerto Rico di bagian selatan ini memiliki beberapa kasus yang bahkan belum bisa dijelaskan secara pasti hingga sekarang. Sekitar 50 kapal dan 20 pesawat dikatakan menghilang secara misterius di Segitiga Bermuda.

Christopher Columbus

Christopher Columbus. Foto: Wikimedia Commons

Kisah Segitiga Bermuda yang tercatat oleh sejarah bermula pada pernyataan Christopher Columbus pada 8 Oktober 1492. Columbus mengaku kompas miliknya rusak secara tiba-tiba saat melintasi perairan tersebut.

Dalam petualangannya, dia juga mengaku melihat bola api yang jatuh ke laut Segitiga Bermuda, lalu beberapa pekan setelahnya dia juga melihat cahaya aneh di kejauhan. Para ahli menyimpulkan apa yang dilihat Columbus saat itu adalah meteor jatuh.

Elen Austin dan Kapal Misterius

Pada tahun 1880, kapal Ellen Austin berangkat dari Liverpool, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat. Saat melintasi Laut Sargaso yang merupakan wilayah Segitiga Bermuda, sang kapten yang bernama Griffin menemukan kapal layar kecil tanpa awak. Kemudian Kapten Griffin menyuruh beberapa anak buahnya untuk masuk dan membawa kapal kecil tersebut ke New York.

Saat kapten Griffin dan anak buahnya melintasi Laut Sargasso, mereka terjebak badai besar yang menyebabkan mereka terpisah. Ketika cuaca kembali cerah, akhirnya kapten Griffin melihat kapal kecil yang sempat berpisah dan berteriak kepada anak buahnya yang ada di dalam kapal kecil tersebut. Namun, tidak ada jawaban dari dalam kapal.

Ketika beberapa anak buah memeriksa kembali ke kapal tersebut, mereka tidak menemukan siapa pun di dalam kapal. Beberapa orang lantas percaya hilangnya anak buah kapten Griffin karena aktivitas paranormal.

Marry Celeste

Ilustrasi kapal hantu. Foto: Nataskart via Flickr

Marry Celeste adalah salah satu kisah bangkai kapal yang paling misterius. Banyak orang menghubungkan kisah ini dengan Segitiga Bermuda.

Kapal ini ditemukan terapung di beberapa titik Samudra Atlantik. Marry Celeste pertama kali ditemukan pada 4 Desember 1872 oleh kapal Inggris bernama Dei Gratia dengan kondisi tanpa awak.

Diketahui sekoci atau perahu kecil di kapal tersebut hilang dan meninggalkan sebuah pedang di geladak kapal. Tidak ada jejak orang di kapal tersebut, sedangkan sekoci yang hilang juga tidak pernah ditemukan.

Kapal USS Cyclops, 1918

Pada bulan Maret 1918, kapal penambang USS Cyclops dalam perjalanan dari Brasil menuju ke Baltimore, AS, dikabarkan menghilang di Segitiga Bermuda. Tidak ada penjelasan yang diberikan atas hilangnya kapal tersebut, dan tidak ada puing-puing yang ditemukan.

Flight 19, 1945

Berselang 27 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1945 pesawat tempur Amerika yang disebut Flight 19 di bawah pimpinan Letnan Charles Carroll Taylor menghilang di wilayah udara di atas Segitiga Bermuda. Seperti dalam insiden Cyclops, tidak ada penjelasan yang diberikan dan tidak ada puing-puing yang ditemukan.

Awalnya dalam laporan Angkatan Laut, hilangnya Flight 19 disebutkan karena kesalahan pilot. Akan tetapi, pihak Letnan Taylor memprotes laporan tersebut. Setelah beberapa tinjauan, akhirnya laporan penyebab hilangnya pesawat menjadi "tidak diketahui".

Dan Burack, 1967

Kapal pesiar. Foto: Byron Villegas via Flickr

Pada 22 Desember 1967 Kapten Dan Burack bersama temannya Patrick Morgan pergi menggunakan kapal pesiar mewah setinggi tujuh meter untuk menikmati pemandangan gemerlap lampu natal Miami. Setelah menjauh satu mil dari garis pantai, penjaga pantai mendapat panggilan dari Kapten Burack yang mengaku bahwa kapalnya telah menabrak sesuatu akan tetapi ia mengaku tidak mengalami kerusakan yang parah.

Kemudian penjaga pantai memutuskan untuk berangkat memeriksa kapal Kapten Burack yang hanya memerlukan waktu 19 menit dari pantai. Akan tetapi, sesampainya di lokasi penjaga pantai tidak menemukan sama sekali kapal dan tidak menemukan tanda-tanda kapal karam atau tenggelam.

Menariknya, kapal pesiar yang digunakan Kapten Burack hampir tidak mungkin bisa tenggelam karena banyak alat keselamatan yang ada di kapal seperti jaket pelampung, sekoci, suar, dan perangkat sinyal. Tidak ada satu pun tanda-tanda Kapten Burack menggunakan alat keselamatan tersebut.

Petugas pantai akhirnya melakukan penyusuran ratusan mil persegi lautan tersebut selama beberapa hari. Namun, tidak ada satu pun dari kapal yang berhasil ditemukan. kapalnya dinyatakan hilang dan yang tertinggal hanyalah misteri di dalamnya.