Konten dari Pengguna

Penyakit Refluks Gastroesofagus: Faktor, Gejala, dan Pengobatan

Berita Unik

Berita Unik

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseoarang terkena penyakit Refluks Gastroesofagus. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseoarang terkena penyakit Refluks Gastroesofagus. Foto: Shutterstock

Penyakit Refluks Gastroesofagus atau Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah saat asam lambung mengalir kembali ke saluran penghubung antara mulut dan perut (esofagus). Kemudian, bisa membuat lapisan kerongkongan jadi iritasi.

Saat kamu menelan, pita otot yang melingkar di sekitar bagian bawah kerongkongan (sfingter) akan terbuka untuk membantu makanan dan cairan mengalir ke dalam perut. Setelah makanan masuk ke dalam perut, sfingter tersebut akan kembali menutupnya.

Jika sfingter tidak normal atau melemah, maka asam lambung bisa mengalir ke kerongkongan dan menyebabkan peradangan.

Penyebab Penyakit Refluks Gastroesofagus

Dikutip dari Journal of Nutrition College, salah satu faktor yang dapat menyebabkan penyakit ini adalah pola makan, jenis makanan yang dikonsumsi, dan frekuensi makan.

Gaya hidup seperti merokok, mengonsumsi makanan berminyak, dan minum kopi atau alkohol juga dapat memperburuk asam lambung.

Selain faktor makanan, penyakit Refluks Gastroesofagus juga bisa disebabkan oleh faktor berikut:

  • Kegemukan.

  • Penonjolan bagian atas perut hingga ke diafragma atau yang biasa disebut hernia hiatus.

  • Kehamilan.

  • Gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma.

  • Perut kosong yang terlalu lama.

Gejala Umum Penyakit Refluks Gastroesofagus

Ilustrasi gejala penyakit Refluks Gastroesofagus. Foto: Shutter Stock

Asam lambung naik ke esofagus akan menyababkan sensasi terbakar di dada, rasa pahit di mulut, dan mual.

Selain itu, gejala munculnya penyakit Refluks Gastroesofagus juga ditandai dengan nyeri dada, kesulitan menelan, dan sensasi benjolan di tenggorokan.

Jika penyakit Refluks Gastroesofagus muncul di malam hari, maka kemungkinan gejala yang dirasakan adalah batuk kronis, radang tenggorokan, dan asma yang memburuk.

Segera cari perawatan medis jika kamu mengalami nyeri dada, sesak napas, dan nyeri rahang atau lengan.

Hal tersebut kemungkinan adalah tanda dan gejala serangan jantung. Selain itu, kamu harus menghubungi dokter jika mengalami sakit maag lebih dari dua kali dalam seminggu.

Makanan Pemicu Refluks Gastroesofagus

Ada jenis makanan dan minuman tertentu yang dapat memicu gejala Refluks Gastroesofagus.

Makanan tersebut adalah makanan berlemak, makanan pedas, coklat, jeruk, nanas, tomat, bawang, daun mint, teh, dan soda.

Penyakit Refluks Gastroesofagus pada Bayi Baru Lahir

Dikutip dari Healthline, sekitar dua per tiga bayi berusia empat bulan memiliki gejala Refluks Gastroesofa. Tanda dan gejala penyakit Refluks Gastroesofagus pada bayi adalah:

  • Menolak makanan.

  • Kesulitan menelan.

  • Sendawa basah atau cegukan.

  • Selalu marah selama atau setelah makan.

  • Melengkungkan punggung saat menyusui.

  • Penurunan berat badan.

  • Batuk berulang atau pneumonia.

  • Sulit tidur.

Mengobati Penyakit Refluks Gastroesofagus

Ilustrasi obat penyakit Refluks Gastroesofagus. Foto: Shutter Stock

Jika ingin mencegah dan meredakan gejala Refluks Gastroesofagus, kemungkinan dokter akan menganjurkan untuk mengubah kebiasaan makan atau perilaku lainnya.

Dokter juga akan menyarankan untuk minum obat seperti antasida, penghambat reseptor H2, dan proton pump inhibitor (PPI).

(MRT)