Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan terdapat pada pelajaran Biologi. Perbedaan sel kedua makhluk hidup tersebut terdapat pada strukturnya.
Beberapa bagian pada sel hewan tidak ada di sel tumbuhan, begitu pula sebaliknya.
Mengutip buku Biologi untuk SMA kelas XI terbitan Erlangga, pada sel tumbuhan terdapat vakuola, dinding sel, dan plastida namun pada sel hewan tidak ada.
Begitu juga dengan sel hewan ditemukan sentriol, kemudian pada tumbuhan tidak ada. Berikut ini adalah perbedaan struktur sel hewan dan sel tumbuhan:
Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Beserta Fungsinya
1. Struktur Sel Hewan
Pada struktur sel hewan, perbedaannya dengan sel tumbuhan adalah adanya sentriol. Sentriol ini menghasilkan benang-benang gelendong sebagai pengikat kromosom.
Saat pembelahan sel terjadi, sentriol akan memisahkan diri menuju kutub-kutub yang berlawanan.
Sebagian besar sel hewan, tidak memiliki vakuola. Namun, beberapa struktur sel hewan masih ditemukan vakuola. Vakuola yang ditemukan tersebut biasanya berukuran sangat kecil dan hampir tak terlihat.
2. Struktur Sel Tumbuhan
Sekarang, kita akan membahas mengenai struktur sel tumbuhan yang tidak ditemukan di sel hewan. Berikut ini adalah penjelasannya:
a. Dinding Sel
Pada sel tumbuhan, pastimnya ditemukan yang namanya dinding sel dan letaknya ada di luar membran plasma. Dinding sel ini terbentuk dari diktiosom.
Adanya dinding sel pada tumbuhan membuatnya selalu tetap dan tidak berubah-ubah. Hal ini dikarenakan peran dinding sel tumbuhan adalah sebagai turgiditas sel.
Dinding sel tumbuhan memiliki dua jenis, yaitu dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Dinding sel primer biasanya terdapat pada sel muda yang sedang mengalami pertumbuhan, seperti sel kolenkim dan sel parenkim.
Sementara itu, dinding sel tumbuhan sekunder adalah dinding sel yang hanya bisa ditemukan pada sel-sel dewasa. Dinding sel tumbuhan sekunder ini awalnya adalah dinding sel primer.
b. Plastida
Selanjutnya, kita akan membahas bagian sel tumbuhan bernama plastida. Plastida juga hanya ditemukan pada sel tumbuhan saja, tidak ada di sel hewan. Plastida di sini berfungsi sebagai pigmen warna untuk tumbuhan.
Plastida pun berbeda-beda di setiap tumbuhan, tergantung dari fungsi dan warna tumbuhan tersebut. Berikut adalah jenis-jenis plastida yang terdapat pada sel tumbuhan:
Kromoplas adalah plastida pembentuk pigmen warna merah, kuning, atau jingga. Kromoplas biasa ditemukan pada wortel.
Leukoplas adalah plastida yang tidak berwarna. Leukoplas terdapat pada bagian tumbuhan yang tidak pernah terkena cahaya, seperti empulur batang, sel-sel embrional, dan bagian tumbuhan lainnya di dalam tanah.
Amiloplas merupakan plastida yang mengandung amilum.
Kloroplas adalah plastida yang mengandung klorofil. Kloroplas dapat dijumpai pada tumbuhan hijau, seperti ganggang, tumbuhan paku, lumut, dan tumbuhan bunga.
c. Vakuola
Bagian sel tumbuhan terakhir yang tidak ada pada sel hewan adalah vakuola. Vakuola memiliki sifat yaitu menetap, berukuran besar, dan dibatasi oleh membran tonoplas.
Vakuola memiliki banyak fungsi untuk tumbuhan, di antaranya adalah:
Vakuola adalah tempat cadangan makanan. Misalnya, pada akar ketela pohon yang menyimpan tepung dan pada batang tebu yang menyimpan gula.
Selain itu, vakuola menyimpan pigmen warna yang dapat ditemukan pada mahkota bunga, sehingga bunga berwarna-warni dan indah.
Vakuola juga menyimpan minyak atsiri atau minyak eteris, seperti pada tumbuhan minyak kayu putih dan daun mint.
Terakhir, fungsi vakuola adalah sebagai tempat menyimpan sisa metabolisme, seperti pada getah karet.
Itulah perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan yang dapat diketahui. Kesimpulannya, sel hewan memiliki sentriol yang berfungsi sebagai pembelahan sel. Sedangkan pada sel tumbuhan, terdapat dinding sel, plastida, dan vakuola.
(NSF)
