Perbedaan Struktur DNA dan RNA, Apa Saja?

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa perbedaan struktur DNA dan RNA meski keduanya berfungsi membawa informasi genetik untuk makhluk hidup.
Perbedaan struktur DNA dan RNA terdapat pada jumlah benang polinukleotida, seperti dikutip dari buku Biologi terbitan Penerbit Erlangga.
Berikut ini adalah perbedaan antara struktur DNA dan RNA yang perlu diketahui:
Perbedaan Utama Struktur DNA dan RNA
Melansir jurnal Quadruplex DNA: Sequence, Topology and Structure dan Silencing or Stimulation? siRNA Delivery and the Immune System, perbedaan struktur DNA dan RNA adalah:
Singkatan DNA adalah Deoxyribonucleic Acid dan singkatan RNA adalah Ribonucleic Acid.
DNA mengandung gula deoksiribosa dan RNA mengandung gula ribosa. Perbedaan gula deoksiribosa dan gula ribosa terletak pada gugus -OH. Lalu, gula ribosa lebih banyak daripada deoksiribosa.
Ikatan atom oksigen dan hidrogen di ribosa pada DNA membuat molekul kurang reaktif, namun pada RNA justru membuat molekul menjadi lebih reaktif.
Basa nitrogen DNA adalah adenin, timin, sitosin, dan guanin. Sedangkan untuk RNA, basa nitrogennya adalah adenin, urasil, sitosin, dan guanin.
Bentuk rantai DNA adalah double helix (tangga berpilin). Sementara itu, bentuk rantai RNA beruntai tunggal.
Beberapa kasus ditemukan RNA dengan bentuk rantai untai ganda, seperti DNA. Namun, basa nitrogen timin digantikan oleh urasil. Bentuk RNA seperti ini biasa ditemukan pada virus.
Fungsi DNA bertanggung jawab dalam mengirim dan menyimpan informasi genetik makhluk hidup. Fungsi RNA adalah sebagai pembawa pesan antara DNA dan ribosom dalam pembuatan protein.
Pada keadaan basa, DNA stabil dan RNA tidak stabil.
DNA dapat mereplikasi diri sendiri. Kemudian, RNA merupakan hasil dari sintesis DNA.
Kemampuan DNA untuk bertahan pada sinar ultraviolet sangat rentan, sedangkan RNA relatif tahan terhadap kerusakan yang diakibatkan sinar ultraviolet.
DNA hanya ditemukan di dalam nukleus. RNA dapat ditemukan di sitoplasma
Kadar DNA tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein, sedangkan RNA dipengaruhi.
Beberapa ilmuwan percaya, jika RNA berevolusi membentuk DNA karena struktur RNA yang lebih sederhana.
RNA berevolusi membentuk DNA untuk melindungi kode genetik dari kerusakan karena bentuk rantainya yang beruntai ganda.
Perbedaan struktur DNA dan RNA tentunya tetap memiliki fungsi penting bagi makhluk hidup. Peneliti terus melakukan riset mengenai DNA dan RNA untuk mengetahuinya lebih dalam.
(NSF)
