Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Cara Menyelamatkan Diri

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses terjadinya gempa bumi tak diketahui oleh banyak orang. Jika mengetahui bagaimana terjadinya gempa bumi, maka kita bisa menyelematkan diri lebih awal.
Gempa bumi memang hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Terakhir, Gempa bumi mengguncang kota Blitar dengan kekuatan 6,2 magnitudo, pada Jumat (21/5/2021).
Gempa bumi ini berdampak pada daerah yang sebelumnya juga terdampak pada satu bulan sebelumnya.
Beberapa rumah di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dilaporkan mengalami kerusakan. Banyak peristiwa gempa bumi skala besar yang masih lekat dalam ingatan masyarakat Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Gempa Bumi Yogyakarta (2006), Gempa Bumi Nias (2005), dan Gempa Bumi Aceh (2004) yang menimbulkan smong atau tsunami.
Proses Terjadinya Gempa Bumi Secara Umum
Menurut Ensiklopedia Britannica, gempa bumi terjadi karena adanya guncangan tanah secara tiba-tiba. Lalu, proses terjadinya gempa bumi disebabkan oleh lewatnya gelombang seismik melalui bebatuan Bumi.
Dikutip dari Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III, gelombang seismik atau energi yang dihasilkan tersebut dipancarkan ke segala arah, sehingga efeknya dapat dirasakan hingga permukaan bumi.
Gelombang seismik yang dimaksud adalah hasil ketika energi yang tersimpan di kerak bumi tiba-tiba dilepaskan. Energi ini biasa muncul ketika massa batuan yang saling tegang tiba-tiba patah.
Kemudian, garis di sepanjang patahan geologi merupakan lokasi yang sering mengalami gempa bumi. Patahan geologi ini merupakan zona sempit tempat massa batuan bergerak dalam kaitannya satu sama lain.
Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Tsunami di Indonesia
Indonesia merupakan garis patahan utama dunia. Sebagian besar kepulauan Nusantara terletak di pinggiran lempeng tektonik besar yang menyusun kerak bumi.
Penyebab terjadinya gempa bumi dikarenakan letak Indonesia yang berada di jalur pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.
Balai Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III menyebutkan, lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik membuat bagaimana proses terjadinya gempa bumi di Indonesia sering dirasakan.
Terjadinya gempa bumi di Indonesia juga dipengaruhi oleh pergerakan tiga lempeng bumi tersebut.
Lempeng Indo-Australia cenderung bergerak ke arah utara dan menyusup ke dalam lempeng Eurasia. Sementara itu, lempeng Pasifik relatif bergerak ke arah barat.
Jalur pertemuan lempeng antara lempeng ini kebanyakan berada di bawah laut. Hal itu membuat proses munculnya gempa bumi besar dengan kedalaman dangkal berpotensi menimbulkan tsunami.
Cara Menyelamatkan Diri saat Gempa Bumi
Ancaman nyata ini membuat masyarakat harus benar-benar memahami cara menyelamatkan diri saat terjadinya gempa bumi.
Berikut ini adalah tips atau cara menyelamatkan diri ketika gempa bumi, dikutip dari Besar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika:
Jika berada dalam bangunan, lindungi tubuh dan kepala dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja atau cari tempat yang paling aman. Masyarakat juga bisa lari ke luar gedung apabila masih bisa dilakukan.
Jika berada di luar bangunan, hindari bangunan di sekitar yang berpotensi roboh. Selain itu, perhatikan tempat berpijak dan menghindarinya jika terjadi rekahan tanah.
Jika sedang berkendara, segera keluar, turun, dan menjauh dari kendaraan. Cara ini sangat penting dilakukan untuk menghindari adanya pergeseran atau kebakaran.
Jika sedang berada di pantai, jauhi bibir pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
Terakhir, jika tinggal di daerah berbukit atau pegunungan, hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.
Itulah penjelasan proses terjadinya gempa bumi di Indonesia dan bagaimana cara menyelamatkan diri ketika proses gempa bumi terjadi.
(RKW)
