Konten dari Pengguna

Sabuk Asteroid, Penemuan hingga Fakta yang Terungkap

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sabuk asteroid. Foto: Nasa
zoom-in-whitePerbesar
Sabuk asteroid. Foto: Nasa

Sabuk asteroid letaknya lebih dari dua setengah kali jarak Bumi dari matahari. Menurut NASA, sabuk tersebut berisi jutaan asteroid. Sebagian besar ukurannya relatif kecil, tetapi beberapa lebih besar secara signifikan.

Lalu, asteroid sering juga disebut sebagai planet minor, yaitu sisa-sisa batuan dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun.

Saat ini, jumlah asteroid yang terhitung oleh NASA adalah 1.076.353. Namun, total massa dari seluruh asteroid yang ada di sabuk asteroid (terletak di antara Mars dan Jupiter) lebih ringan dari massa Bulan dan Bumi.

Sabuk Asteroid Terbentuk dari

Ilustrasi asteroid. Foto: commons.wikimedia.org

Melansir dari Space, asteroid pertama kali ditemukan oleh seorang astronom asal Jerman bernama Johan Tititus pada abad ke-18.

Pada awalnya, para ilmuwan menyebut asteroid adalah planet. Namun, akhirnya para ilmuwan tersebut menyadari jika asteroid itu terlalu kecil jika dianggap planet dan dinamai asteroid.

Asteroid pertama yang ditemukan adalah Ceres dan Pallas. Keduanya ditemukan oleh Giuseppe Piazzi.

Teori Grand Tack menceritakan tentang asal mula terbentuknya sabuk asteroid. Pada 5 juta tahun pertama pembentukan tata surya, Jupiter dan Saturnus bergerak mendekati matahari sebelum berada di orbit yang sekarang.

Sepanjang perjalanan itu, Jupiter dan Saturnus menyebarkan asteroid.

Sejumlah pesawat ruang angkasa Amerika telah melakukan perjalanan ke letak sabuk asteroid.

Kemudian, para astronom itu membagikan objek-objek tersebut menjadi delapan kelompok utama, yaitu Floras, Hungaria, Phocaea, Eos, Koronis, Cybeles, Themis, dan Hildas.

Setelah itu, sabuk asteroid ditemukan wilayah kosong dan dinamai celah Kirkwood. Celah ini masih berkaitan dengan resonansi orbital dengan Jupiter. Daerah ini kosong dikarenakan adanya tarikan gravitasi dari gas yang sangat besar.

Komposisi dari Asteroid

Asteroid yang ditemukan oleh NASA. Foto: NASA/Goddard/University of Arizona

Asteroid terbuat dari batu. Kandungan setiap asteroid berbeda-beda dan sebagian mengandung logam nikel dan besi. Lalu, ada juga yang mengandung karbon, es, atau air.

Selain itu, asteroid dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan komposisi kimianya, yaitu:

  • Asteroid tipe C yang mengandung karbon. 75% asteroid yang berada di sabuk asteroid merupakan asteroid tipe C. Permukaan asteroid tipe C sangat gelap bahkan hampir hitam pekat

  • Asteroid tipe S mengandung logam nikel dan besi yang dicampur dengan magnesium dan silika. Jumlah asteroid tipe S ada 17% di sabuk asteroid. Asteroid ini tampak lebih cerah dibanding tipe C

  • Asteroid tipe M mengandung logam yaitu besi dan nikel murni. Asteroid ini sangat terang

  • Asteroid lainnya yaitu asteroid tipe A, D, E, P, Q, dan R. Jumlah mereka sangat sedikit dan hampir langka

Fakta Soal Sabuk Asteroid

Sabuk asteroid. Foto: NASA

Mengutip The Nine Planets, berikut ini adalah fakta menarik dari sabuk asteroid:

  • Pertama kali ditemukan sabuk Asteroid oleh Giuseppe Piazzi tahun 1801

  • Bentuk sabuk asteroid adalah cakram yang lokasinya di antara Mars dan Jupiter

  • Ukuran asteroid dari seukuran debu hingga memiliki diameter 1000 KM

  • Bentuk asteroid tidak beraturan yang terbuat dari logam dan batu

  • Empat asteroid terbesar adalah Ceres, Hygiea, Pallas, dan Vesta

  • Menurut astronom, benda-benda yang ada di sabuk asteroid merupakan sisa-sisa planet yang meledak dan ukurannya lebih kecil dari Bumi. Saat ini, teori tersebut telah disangkal karena dipercaya asteroid bukanlah bagian dari planet.

  • Asteroid mirip komet, namun tidak berekor

  • Gaya gravitasi bisa membuat asteroid masuk ke tata surya bagian dalam

Sabuk asteroid di tata surya jumlahnya sangat banyak dalam bentuk dan ukuran beragam. Saat ini, para ilmuwan dan astronom terus melakukan riset mengenai asteroid.

(NSF)