Konten dari Pengguna

Sederet Kasus di Segitiga Bermuda yang Masih Jadi Misteri

Berita Unik

Berita Unik

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kawasan Segitiga Bermuda. Foto: Express
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kawasan Segitiga Bermuda. Foto: Express

Perairan di wilayah samudra Atlantik, Segitiga Bermuda, telah menyimpan banyak kasus dan misteri sejak lama. Beberapa kasusnya bahkan belum bisa dijelaskan secara pasti hingga sekarang. Sekitar 50 kapal dan 20 pesawat dikatakan menghilang secara misterius di perairan yang berada di antara pantai Florida, Bermuda, dan Puerto Rico tersebut.

Marry Celeste

Ilustrasi kapal hantu. Foto: Stephen Gore via Flickr

Marry Celeste adalah salah satu kisah bangkai kapal yang palig misterius. Banyak orang menghubungkan kisah ini dengan Segitiga Bermuda. Kapal ini ditemukan terpung di beberapa titik Samudra Atlantik.

Marry Celeste pertama kali ditemukan pada 4 Desember 1872 oleh kapal Inggris bernama Dei Gratia dengan kondisi tanpa awak. Diketahui sekoci atau perahu kecil di kapal tersebut hilang dan meninggalkan sebuah pedang di geladak kapal. Tidak ada jejak orang di kapal tersebut, sedangkan sekoci yang hilang juga tidak pernah ditemukan.

Kapal USS Cyclops, 1918

Pada bulan Maret 1918, kapal penambang USS Cyclops dalam perjalanan dari Brasil menuju ke Baltimore, dikabarkan menghilang di Segitiga Bermuda. Tidak ada penjelasan yang diberikan atas hilangnya kapal tersebut, dan tidak ada puing-puing yang ditemukan.

Flight 19, 1945

Berselang 27 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1945 pesawat tempur Amerika yang disebut Flight 19 di bawah pimpinan Letnan Charles Carroll Taylor menghilang di wilayah udara di atas Segitiga Bermuda. Seperti dalam insiden Cyclops, tidak ada penjelasan yang diberikan dan tidak ada puing-puing yang ditemukan.

Awalnya dalam laporan Angkatan Laut, hilangnya Flight 19 disebutkan karena kesalahan pilot. Akan tetapi, pihak Letnan Taylor memprotes laporan tersebut. Setelah beberapa tinjauan, akhirnya laporan penyebab hilangnya pesawat menjadi "tidak diketahui".

Dan Burack, 1967

Pada 22 Desember 1967 Kapten Dan Burack bersama temannya Patrick Morgan pergi menggunakan kapal pesiar mewah setinggi tujuh meter untuk menikmati pemandangan gemerlap lampu natal Miami. Setelah menjauh satu mil dari garis pantai, penjaga pantai mendapat panggilan dari Kapten Burack yang mengaku bahwa kapalnya telah menabrak sesuatu akan tetapi ia mengaku tidak mengalami kerusakan yang parah.

Kemudian penjaga pantai memutuskan untuk berangkat memeriksa kapal Kapten Burack yang hanya memerlukan waktu 19 menit dari pantai. Akan tetapi, sesampainya di lokasi penjaga pantai tidak menemukan sama sekali kapal dan tidak menemukan tanda-tanda kapal karam atau tenggelam.

Menarikya, kapal pesiar yang digunakan Kapten Burack hampir tidak mungkin bisa tenggelam karena banyak alat keselamatan yang ada di kapal seperti jaket pelampung, sekoci, suar, dan perangkat sinyal. Tidak ada satu pun tanda-tanda Kapten Burack menggunakan alat keselamatan tersebut.

Petugas pantai akhirnya melakukan penyusuran ratusan mil persegi Samudra Atlantik. Namun, tidak ada satu pun dari kapal yang berhasil ditemukan. kapalnya dinyatakan hilang dan yang tertinggal hanyalah misteri didalamnya.

Charles Berlitz mempopulerkan legenda Segitiga Bermuda pada tahun 1974 dalam buku The Bermuda Triangle. Buku tersebut laris 5 juta copy penjualan di seluruh dunia.

Dalam buku tersebut, Berlitz mengeklaim bahwa dongeng Atlantis yang hilang terlibat berkaitan dengan Segitiga Bermuda. Beberapa orang juga telah menghubungkan kasus-kasus kapal yang hilang dengan pembajakan, paranormal, sampai gurita raksasa. Bahkan kasus menghilangnya Flight 19 disebutkan karena peran Alien yang menjadikan Segitiga Bermuda sebagai pangkalan UFO.

(MRT)