Segitiga Bermuda Indonesia: Saksi Bisu Tenggelamnya Banyak Kapal

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika membahas kecelakaan di laut, tentu nama Segitiga Bermuda akan terlintas di pikirkan kita. Kawasan di Samudra Atlantik tersebut memang terkenal telah menenggelamkan banyak kapal. Namun, apakah kamu tahu sebutan Segitiga Bermuda ternyata juga ada di Indonesia?
Masalembo, adalah kawasan yang terkenal telah menenggelamkan banyak kapal yang akhirnya disebut Segitiga Bermuda Indonesia. Kawasan Segitiga Masalembo ditandai Pulau Bawean di Jawa Timur, Kota Majene di Sulawesi barat dan Pulau tengah di Nusa Tenggara Barat.
Salah satu kejadian paling populer adalah tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tampomas II pada 27 Januari 1981. Kapal yang membawa 1.105 Penumpang, 191 mobil, dan 200 motor tersebut terbakar di tengah perjalanan dari Jakarta menuju Sulawesi dan akhirnya karam di perairan Masalembo. Akibat kejadian tersebut, 431 orang tewas termasuk sang kapten, Abdul Rivai.
Selang 27 tahun, kecelakaan kapal terjadi lagi saat Kapal Feri Senopati Nusantara tenggelam pada 26 Desember 2006. Kapal yang mengangkut 628 penumpang, tujuh truk besar, dan satu alat berat tersebut, menyebabkan korban jiwa sebanyak 347 orang. Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga kapal tersebut tenggelam karena cuaca buruk.
Tidak lama berselang kecelakaan kembali terjadi di perairan Masalembo. Kali ini kecelakaan menimpa pesawat udara Adam Air dengan nomor penerbangan 574 tujuan Surabaya-Manado yang terbang pada 1 Januari 2007.
Pesawat yang membawa 102 penumpang itu dinyatakan hilang tanpa jejak setelah tak bisa dihubungi ATC Makassar. Akibat kejadian tersebut, seluruh penumpang yang berjumlah 102 orang meninggal dunia.
Black box atau kotak hitam ditemukan di kedalaman sekitar 2.000 meter perairan Majene, Sulawesi Barat. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyimpulkan jatuhnya pesawat Adam Air karena cuaca buruk yang merusak alat navigasi Inertial Reference System (IRS).
Izin terbang maskapai tersebut dicabut oleh Departemen Perhubungan pada Maret 2008 setelah mengalami kecelakaan berkali-kali.
Menurut jurnal Saintek Maritim yang berjudul “Misteri Segitiga “Masalembo” Merupakan Segitiga Bermuda di Wilayah Indonesia” pada bulan-bulan tertentu, kondisi perairan yang terletak di timur Laut Jawa ini menghasilkan ombak yang tinggi dan pusaran arus yang bisa mengakibatkan kecelakaan kapal dan pesawat.
Kecelakaan berlanjut pada 19 Juli 2007. Saat itu, Kapal Muatan (KM) Mutiara Indah karam di perairan tersebut. Tujuh hari kemudian, giliran KM Fajar Mas yang menyusul tenggelam di perairan Masalembo.
Pencarian puing kapal KM Fajar Mas, disusul tenggelamnya KM Sumber Awal pada 16 Agustus 2007. Kapal itu membawa 178 orang, terdiri dari 134 penumpang dan 44 anak buah kapal (ABK). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, awalnya kebakaran terjadi di cardeck kapal namun tidak bisa dipadamkan dan akhirnya api pun membesar.
Kasus terakhir di Perairan Masalembo adalah Kapal Ro-Ro KM Santika Nusantara dengan rute Surabaya-Balikpapan yang terbakar saat melaut pada pada Kamis, 22 Agustus 2019 pukul 20.45 WIB. Untungnya, seluruh penumpang dinyatakan selamat, tak ada korban jiwa.
