Selain di Atlantik, Ini Letak Segitiga Bermuda yang Tersebar di Berbagai Negara

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak tempat misterius di seluruh dunia baik di darat ataupun di air. Salah satu tempat misterius yang paling populer adalah Segitiga Bermuda. Wilayah ini berada di Samudra Atlantik, tepatnya ditandai dengan pantai Florida di bagian barat, Bermuda di bagian utara, dan Antiles atau Puerto Rico di bagian selatan.
Namun, selain Segitiga Bermuda yang berada di samudra Atlantik, ternyata masih ada tempat misterius lainnya yang tersebar di berbagai negara.
Mapimi Silent Zone, Meksiko
Segitiga Bermuda di Samudra Atlantik memang sudah terkenal. Namun, apakah kamu pernah mendengar Zone of Silent atau Mapimi of Silent?
Tempat ini disebut-sebut sebagai Segitiga Bermuda di darat. Mengutip Atlas Obscura, Mapimi Silent Zone merupakan sebuah daerah gurun berpasir yang sangat misterius. Letaknya tak jauh dari kota Mapimi, Meksiko. Ada yang mengatakan, daerah yang sepi ini sama misteriusnya dengan Segitiga Bermuda.
Gurun pasir yang juga dikenal dengan nama Trino Vertex tersebut membentang di negara bagian Durango, Chihuahua, dan Coahuila. Di wilayah Mapimi of Silent sinyal radio dan jarum kompas tidak bisa bekerja seakan berputar tak tentu arah.
Usut punya usut, hal itu terjadi ketika benda langit pernah beberapa kali menghantam gurun pasir tersebut pada tahun 1938, 1954, dan 1969. Pecahan benda meteorit tersebut mengendap di tanah lalu menghasilkan suatu energi yang konon bisa mengacaukan sinyal.
Untuk menjelaskan fenomena tersebut, pada tahun 1966 perusahaan minyak nasional Meksiko yang bernama Pamex mengirimkan beberapa tim untuk ekspedisi. Namun, tim ekspedisi yang dipimpin Augusto Harry de la Pena itu tidak mampu memecahkan misteri karena frustrasi dengan gangguan sinyal. Ia pun akhirnya menamakan tempat tersebut dengan Zone of Silent atau Zona Keheningan.
Sebelumnya, fenomena misterius juga dilaporkan pada tahun 1930-an oleh Francisco Sarabia, seorang pilot Meksiko, yang mengeklaim bahwa radionya secara misterius gagal berfungsi saat terbang di atas zona tersebut.
Dragon Triangle, Jepang
Segitiga Naga atau Dragon Triangle adalah sebuah wilayah di Samudera Pasifik di sebelah Selatan Jepang. Daerah ini terkenal karena badai dahsyat dan kapal yang hilang.
Secara geografis, segitiga ini terletak di sekitar Miyake, yaitu pulau Jepang yang terletak sekitar seratus kilometer di selatan kota Tokyo. Namun, lokasi pasti dari Segitiga Naga masih diperdebatkan karena beberapa laporan mengeklaim jarak yang berbeda ke daerah tersebut.
Pada tahun 1940-an dan 1950-an, sejumlah kapal penangkap ikan dan lebih dari lima kapal militer menghilang di laut, di daerah yang terletak di antara Pulau Miyake dan Iwo Jima. Atas insiden tersebut,tahun 1952 pemerintah Jepang mengirimkan kapal bernama Kaio Maru untuk menjelajahi legenda tentang perairan tersebut.
Selama penyelidikan mereka, salah satu misi mereka adalah menggali apa yang terjadi pada kapal-kapal sebelumnya yang baru-baru ini hilang dari Jepang di Meskipun bangkai kapal ditemukan tidak lama kemudian, namun tidak satupun jasad ditemukan oleh pemerintah Jepang.
Segitiga Masalembo, Indonesia
Selain wilayah samudra Atlantik dan Meksiko, Indonesia juga punya kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda. Kawasan tersebut berada di kepulauan Masalembo di bagian timur Laut Jawa.
Sederet kecelakaan kapal dan pesawat pernah terjadi di kawasan yang disebut Segitiga Masalembo tersebut. Menurut jurnal Saintek Maritim yang berjudul “Misteri Segitiga “Masalembo” Merupakan Segitiga Bermuda di Wilayah Indonesia” yang ditulis Mochammad Chaeran Harcici menjelaskan, kecelakaan di perairan ini diawali oleh tenggelamya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tampomas II pada 27 Januari 1981.
Kapal yang membawa 1.105 Penumpang, 191 mobil, dan 200 motor tersebut terbakar di tengah perjalanan dari Jakarta menuju Sulawesi dan akhirnya tenggelam di perairan Masalembo. Akibat kejadian tersebut, 431 orang tewas termasuk sang kapten, Abdul Rivai.
Setelah 25 tahun karamnya KMP Tampomas II, kecelakaan di perairan Masalembo dimulai lagi oleh karam Kapal Ferry Senopati Nusantara pada tanggal 29 Desember 2006. Kapal tersebut mengangkut 542 penumpang, tujuh truk besar, dan satu alat berat. Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga kapal tersebut tenggelam karena cuaca buruk.
Tidak kurang dari satu minggu, kecelakaan kembali terjadi di perairan Masalembo. Kali ini kecelakaan menimpa pesawat udara Adam Air tujuan Surabaya-Manado yang terbang pada 1 Januari 2007.
Pesawat yang membawa 102 penumpang itu dinyatakan hilang tanpa jejak setelah tak bisa dihubungi ATC Makassar. Akibat kejadian tersebut, seluruh penumpang yang berjumlah 102 orang meninggal dunia.
Setelah peristiwa itu terjadi, sejumlah rentetan kecelakaan terus menyertainya. Pada 30 Desember 2006, kapal laut Senopati Nusantara dinyatakan hilang sekitar pukul 03.00 WIB. Pihak KNKT menduga, kapal tersebut tenggelam akibat cuaca buruk. Total ada 628 penumpang yan hilang, termasuk anak buah kapal dan kaptennya.
Masih dalam jurnal yang sama, dijelaskan faktor pertama kawasan Masalembo kerap melibatkan kecelakaan kapal karena dipengaruhi oleh pertemuan arus yang disebut Arlindo. Arus ini adalah pertemuan antara arus Jawa dengan arus dari Selat Makasar yang datang dari arah utara. Kedua arus ini bertemu di sekitar Segitiga Masalembo.
Faktor kedua adalah adanya pengaruh angin muson yang berembus setiap enam bulan sekali. Fenomena ini muncul karena adanya perbedaan suhu Bumi antara belahan Bumi utara dan belahan Bumi selatan. Angin muson berembus setiap setengah tahun sekali dan selalu berganti arah.
(MRT)
