Struktur DNA dan RNA: Struktur Beserta Perbedaan

Tulisan dari Berita Unik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Struktur DNA dan RNA merupakan bagian yang tak terlepas dari makhluk hidup, seperti manusia. Seperti dikutip dari Biologi terbitan Penerbit Erlangga, perbedaan dari struktur DNA dan RNA adalah jumlah dua utas benang polinukleotida.
DNA terdiri dari dua utas polinukleotida, kemudian RNA hanya satu utas polinukleotida.
DNA dan RNA ditemukan pertama kali oleh ilmuwan kimia asal Jerman, yaitu Friederich Miescher. Letak DNA dan RA ditemukan saat dirinya menyelidiki susunan kimia di nukleus.
Struktur Kimia DNA dan RNA
1. Struktur DNA
DNA merupakan singkatan dari Deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat.
Jadi, DNA adalah pemberi instruksi yang dibutuhkan organisme untuk reproduksi, berkembang, dan hidup.
DNA terdiri dari dua utas benang polinukleotida. Bentuknya pun seperti tangga yang berpilin atau disebut dengan double helix. Struktur DNA ini ditemukan oleh James Watson dan Francis Crick dari foto Sinar X.
Benang polinukleotida tersebut berisi nukleotida dengan jumlah yang banyak.
Nukleotida memiliki empat macam susunan, yaitu guanosin deoksiribonukleotida, adenosin deoksiribonukleotida, timidin deoksiribonukleotida, dan sitidin deoksiribonukleotida.
Setiap nukleotida berisi gugusan gula deoksiribosa, gugusan asam fosfat yang terikat pada atom karbon, dan gugusan basa nitrogen yang terikat pada atom karbon nomor 1 dari gula.
Basa nitrogen yang ada pada DNA berisi basa pirimidin (sitosin dan timin) dan basa purin (guanin dan adenin). Ikatan gula dan basa itu disebut dengan nukleosida.
Sementara itu, Nukleosida memiliki empat macam susunan, yaitu ikatan gula-adenin, ikatan gula-timin, ikatan gula-sitosin, dan ikatan gula-guanin.
2. Struktur RNA
RNA terbentuk dari proses transkripsi DNA. RNA terdiri dari satu utas benang polinukleotida yang terbagi menjadi gugusan gula ribosa, gugusan basa nitrogen, dan gugusan asam fosfat.
Basa nitrogen RNA tersusun atas basa pirimidin (urasil dan sitosin) dan basa purin (adenin dan guanin).
RNA diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu: RNA-d sebagai pembawa kode genetik, RNA-r sebagai adaptor, dan RNA-t sebagai penerjemah sandi genetika ke dalam urutan basa polipeptida.
Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing struktur RNA:
RNA-d memiliki bentuk linier dan ukurannya bervariasi. Fungsi RNA-d sebagai pembawa kodon untuk memanggil asam amino tertentu
RNA-r bentuknya tidak diketahui dan merupakan penyusun riboson. RNA-r adalah sebagai penyelaras sintesis polipeptida
RNA-t memiliki bentuk seperti daun semanggi yang terdiri dari 75 hingga 90 nukleotida. Fungsi RNA-t adalah untuk mengangkut asam amino yang akan dibentuk menjadi polipeptida
Perbedaan Struktur DNA dan RNA
Setelah membahas struktur RNA dan DNA, berikut adalah perbedaan dari keduanya:
DNA ditemukan hanya di dalam nukleus. Lalu, RNA dapat ditemukan di sitoplasma
Fungsi DNA sebagai pewarisan sifat dan RNA untuk sintesis protein
Struktur rantai DNA berbentuk double helix panjang. Kemudian, RNA bentuk rantainya pendek dan tunggal
Kadar DNA tidak dipengaruhi oleh aktivitas sintesis protein, sedangkan RNA dipengaruhi.
Komponen gula pada DNA adalah deoksiribosa (ribosa yang kehilangan satu atom) dan komponen gula pada RNA adalah ribosa atau pentosa
Basa nitrogen pada DNA adalah adenin, guanin, timin, dan sitosin. Basa nitrogen pada RNA adalah adenin, guanin, urasil, dan sitosin
Itulah penjelasan mengenai struktur DNA dan RNA beserta perbedaannya. DNA dan RNA memiliki fungsi yang penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.
(NSF)
