10 Hak sebagai Seorang Pelajar beserta Kewajibannya di Rumah

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang anak adalah juga manusia yang memiliki hak dan kewajiban, termasuk hak sebagai seorang pelajar dan kewajibannya di rumah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hak adalah kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu. Secara sederhana, pengertian hak adalah sesuatu yang harus kita terima atau dapatkan dan bisa kita tuntut. Sementara kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan atau dilakukan menurut aturan yang berlaku.
Hak sebagai seorang pelajar bukan hanya berlaku di dalam lingkungan sekolah, melainkan juga di rumah dan saat bersosialisasi dengan masyarakat luas. Tapi, yang harus diingat adalah untuk menanamkan pada anak sebagai pelajar bahwa hak bisa diperoleh setelah mereka melaksanakan kewajiban. Kewajiban dan hak harus dilaksanakan secara seimbang agar tidak terjadi ketimpangan.
Di lingkungan rumah, orangtua bisa menanamkan kewajiban anak sejak dini agar dapat menumbuhkan rasa dibutuhkan pada sang anak dan nantinya mereka dapat berkontribusi terhadap hal-hal penting dalam keluarga.
Hak sebagai Seorang Pelajar dan Kewajibannya di Rumah
Melansir buku Anak Tangguh Anak Pemimpin, Kulwapp Angkatan 1, para orang tua sebaiknya dapat memperkenalkan sejak dini apa saja hak sebagai seorang pelajar dan kewajiban mereka di rumah supaya dapat menjadi suatu kebiasaan baik bagi anak. Berikut contoh hak dan kewajiban mereka di rumah.
Hak sebagai Seorang Pelajar di Rumah
Hak untuk mendapatkan bimbingan saat belajar.
Hak mendapatkan pendidikan yang layak.
Hak untuk berada dalam suasana yang kondusif untuk belajar.
Hak untuk mengekplorasi dan berkreasi sesuai dengan imajinasinya.
Kewajiban sebagai Seorang Pelajar di Rumah
Kewajiban untuk belajar.
Kewajiban untuk menyelesaikan tugas dari sekolah.
Kewajiban untuk menghormati dan menghargai anggota keluarga.
Kewajiban untuk beribadah menjalankan perintah agama.
Dari pengertiannya, hak dan kewajiban memang memiliki peranan yang berbeda. Tapi, seperti layaknya timbangan, dua hal tersebut harus seimbang dan sama, tidak boleh berat sebelah. Lakukan kewajiban dulu untuk mendapatkan hak.
Bila sejak dini sudah ditanamkan pada anak mengenai hak sebagai seorang pelajar dan juga kewajibannya, maka diharapkan saat dewasa nanti mereka bisa jadi pribadi yang bertanggungjawab. (DNR)
