Konten dari Pengguna

15 Contoh Cangkriman Wancahan Bahasa Jawa

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cangkriman wancahan. Foto: unsplash.com/@bayusyaits
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cangkriman wancahan. Foto: unsplash.com/@bayusyaits

Jika membahas tentang karya sastra Jawa, tentu tidak akan ada habisnya. Pasalnya karya sastra dari tanah Jawa sangatlah beragam, salah satunya adalah cangkriman wancahan. Berikut 15 contoh cangkriman wancahan dan jawabannya yang bisa dijadikan referensi.

15 Contoh Cangkriman Wancahan Bahasa Jawa

Dikutip dari buku Green Folklore karya Sony Sukmawan DKK (2015:126), cangkriman biasa dijadikan sebagai permainan anak-anak. cangkriman merupakan kata-kata yang disusun dengan teratur. Makna atau isinya mengandung maksud yang perlu dijawab.

Dalam karya sastra Jawa, cangkriman terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah cangkriman wancahan.

Wancah artinya singkat, sehingga cangkriman wancahan bisa disebut sebagai singkatan atau akronim dalam bahasa Jawa. cankriman sendiri diambil dari susunan kata, sehingga harus mencari jawabannya atau biasa disebut sebagai batangane.

Ilustrasi cangriman wancahan dalam bahasa Jawa. Foto: unsplash.com/@hafizhad

Jika hanya lewat pengertian saja, pasti sangat sulit dalam memahaminya. Maka dari itu dengan adanya contoh dapat memudahkan dalam memahaminya.

  1. Langdikum ditasbir: lulang dikum dientas njebibir (kulit direndam, setelah basah diangkat akan mengembang).

  2. Burnas kopen: Bubur panas kokopen (makanlah bubur panas itu dengan mulut langsung menempel di bibir mangkuk)

  3. Buta buri: Tebu ditata mlebu lori (pohon tebu ditata masuk lori)

  4. Gerbong tulis: Pager kobong watune mendhelis (Pagar terbakar batunya timbul)

  5. Gowang pelot: Jagone ana lawang cempene mencolot (Ayam jagonya ada di pintu, anak kambingnya melompat)

  6. Itik pertis ibu perbeng ijah perlong: Tai pitik memper petis, tai kebo memper ambeng, tai gajah memper golong. (Kotoran ayam seperti petis, kotoran kerbau seperti nampan besar dan kotoran gajah seperti bongkahan besar).

  7. Kablak ketan: Nangka tiba ning suketan (Nangka jatuh di rerumputan)

  8. Kicak ketan: Kaki macak iket-iketan (kakek-kakek berhias pakai daster)

  9. Langdikum ditasbir: Lulang dikum dientas njebibir (Kulit direndam, setelah basah, diangkat akan mengembang)

  10. Ling cik tu tu ling ling yu: maling mancik watu, watu nggoling maling mlayu (Maling naik batu, batu terguling maling lari)

  11. Manuk biru: Pamane punuk bibine kuru (Pamannya gemuk bibinya kurus)

  12. Lutmahendut/lut mahe ndut bedhekane: welut omahe ngendut (belut rumahnya di lendut)

  13. Tuwan Sinyo: yaiku Untu Kedawan, Gusi Menyonyo (giginya kepanjangan gusinya menonjol keluar).

  14. Cangkriman wancahan Teh Nasgithel batangane: Teh Panas, Legi, lan Kenthel (Teh Panas, Manis, dan Kental).

  15. Pindhang kutut: sapi mblandhang lukune katut. (Sapi kabur walukunya terbawa)

Itulah 15 contoh cangkriman wancahan bahasa Jawa. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan Anda akan karya sastra dari tanah Jawa. (MZM)