Konten dari Pengguna

2 Jenis Nilai Estetis dalam Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nilai estetis dalam karya seni rupa tiga dimensi. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nilai estetis dalam karya seni rupa tiga dimensi. Sumber: Unsplash

Setiap karya seni rupa tentu memiliki nilai estetis atau nilai keindahan yang dapat ditangkap oleh indra penghilahan kita. Hal yang sama juga berlaku bagi nilai estetis dalam karya seni tiga dimensi yang mana keindahannya tersebut tidak hanya dapat dinikmati dalam satu arah pandang saja, melainkan dapat dinikmati keindahannya dari berbagai arah.

Karya seni rupa tiga dimensi merupakan jenis karya seni rupa yang dibedakan berdasarkan dimensinya. Dikutip dari buku Aplikasi Google SketchUp untuk Desain 3 Dimensi, Rio Manullang (2019), karya seni tiga dimensi dapat diartikan sebagai seni rupa yang terdiri dari tiga dimensi yakni panjang, lebar, dan tinggi. Berdasarkan tiga dimensi tersebut, maka karya seni tersebut dapat pula disebut sebagai seni rupa yang memiliki dimensi ruang atau volume.

Mengingat bahwa karya seni rupa tiga dimensi memiliki dimensi ruang, maka karya tersebut tentu dapat dilihat oleh melalui berbagai arah pandang. Misalnya saja ketika kita melihat sebuah seni patung, maka kita bisa melihat keindahan patung tersebut melalui arah mana saja baik dari depan, belakang, samping, dan lain sebagainya.

Ilustrasi nilai estetis dalam karya seni rupa tiga dimensi. Sumber: Unsplash

2 Jenis Nilai Estetis dalam Karya Seni Rupa Tiga Dimensi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap karya seni pasti memiliki nilai keindahan atau nilai estetika karna hal tersebut merupakan hakikat dari pada seni itu sendiri. Secara umum nilai estetika dalam karya seni rupa tiga dimensi terbagi menjadi 3 jenis, yakni nilai estetika yang sifatnya objektif, dan estetika yang bersifat subjektif.

Nilai estetika dapat bersifat objektif apabila keindahan dalam karya seni tersebut terpancar secara kasat mata saat seseorang memperhatikannya secara seksama dan fokus kepada karya tersebut. Estetika objektif tersebut bisa saja dirasakan oleh seseorang ketika mengamati komposisi warna ataupun keserasian lain dalam suatu karya seni rupa. Sederhananya, nilai estetis objektif tersebut bersumber dari wujud nyata keindahan sebuah karya seni.

Nilai estetika juga bersifat subjektif, artinya penilaian keindahan dari sebuah karya seni rupa tersebut dapat berbeda-beda sesuai dengan selera seseorang yang memandangnya atau bergantung dengan selera masing-masing orang. Misalnya saja sebuah karya seni hanya akan dipandang indah apabila seseorang yang melihatnya berpikir bahwa hal itu indah. Sebaliknya hal tersebut kurang indah apabila menurutnya karya seni tadi kurang indah.

Demikianlah ulasan singkat mengenai 2 jenis nilai estetis dalam karya seni rupa tiga dimensi yang menarik untuk diketahui. Semoga ulasan tadi dapat bermanfaat! (HAI)