Konten dari Pengguna

2 Jenis Pendekatan Pembelajaran dalam Belajar Mengajar, Pahami Bedanya!

Berita Update

Berita Update

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pendekatan Pembelajaran. Sumber: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pendekatan Pembelajaran. Sumber: Unsplash.com

Konsep belajar mengajar merupakan hal kompleks yang meliputi metode, model, hingga pendekatan pembelajaran. Pemahaman tentang pendekatan pembelajaran ini sudah selayaknya dimiliki oleh guru atau orang tua sebab ini adalah konsep penting dalam mengajari seorang anak.

Rahmawati (2011:74) menjelaskan bahwa pendekatan pembelajaran adalah langkah atau cara yang akan ditempuh dan digunakan oleh pengajar untuk diaplikasikan kepada siswanya, sesuai dengan tujuan tertentu.Maka dapat diartikan pula bahwa pendekatan pembelajaran adalah titik paling awal proses ajar, yang mencakup rencana dan konsep yang akan ditempuh.

Fungsi Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut.

  1. Merupakan pedoman dalam penyusunan metode pengajaran yang akan digunakan.

  2. Sebagai garis rujukan pelaksanaan proses belajar mengajar.

  3. Sebagai tolak ukur penilaian proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

  4. Sebagai aspek pendiagnosis masalah pembelajaran yang timbul.

  5. Merupakan titik untuk melakukan penelitian dan pengembangan proses pembelajaran.

Jenis Pendekatan Pembelajaran dalam Aktivitas Belajar Mengajar

Pada buku Effective Teaching Strategies Lesson from Research and Practice (2007), Roy Kellen menyebutkan bahwa terdapat dua pendekatan umum dalam proses pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered).

1. Teacher Centered Learning

Pembelajaran jenis ini disebut juga dengan pendekatan klasik, dimana pusat proses ajar berada pada guru. Siswa dianggap sebagai objek ajar, sementara guru sebagai subjek yang serba tahu dan satu-satunya sumber informasi. Teacher Centered Learning memiliki ciri diantaranya,

  • Guru mengendalikan kelas seutuhnya, mulai dari materi, organisasi, hingga waktu.

  • Komunikasi cenderung bersifat satu arah.

  • Penyampain informasi lebih cepat dan singkat dibanding student centered learning.

2. Student Centered Learning

Pendekatan pembelajaran jenis ini menempatkan siswa sebagai subjek yang mandiri dan aktif, serta bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Sementara pengajar tidak lagi menjadi pusat segala informasi di kelas, melainkan sebagai mitra belajar atau fasilitator. Student centered learning memiliki ciri diantaranya,

  • Siswa terlibat aktif terlibat dalam proses belajar mengajar.

  • Topik, isu, dan subjek pembelajaran menarik dan memicu motivasi intrinsik siswa.

  • Pengalaman belajar didapatkan melalui suasana yang menyenangkan, real, dan relevan dengan keterampilan yang ada di tempat kerja nantinya.

  • Tugas guru adalah memfasilitasi, memotivasi, dan memberikan umpan balik kepada siswa.

  • Metode yang dapat digunakan diantaranya adalah small group discussion (SGD), case study, role play and simulation, dan problem based learning.

Itulah dua pendekatan pembelajaran yang umum digunakan. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, pemilihan jenis pendekatan dapat disesuaikan dengan situasi dan tujuan yang ingin dicapai. (AA)