20 Contoh Perilaku Istiqamah dalam Kehidupan Sehari-hari

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan, banyak orang ingin memiliki sikap istiqamah. Namun, tak sedikit yang berakhir gagal lantaran harus menghadapi berbagai tantangan yang membuatnya sulit untuk tetap konsisten.
Secara bahasa, istiqamah berarti konsisten, teguh pendirian, dan terus berada di jalan yang benar. Secara terminologi, istikamah adalah sikap teguh dalam menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya tanpa menyimpang.
Dalam kehidupan sehari-hari, istiqamah mencerminkan keteguhan seseorang dalam menjalankan prinsip hidup, terutama dalam beribadah dan berbuat baik. Lalu, seperti apa contoh perilaku istikamah? Simak penjelasannya di bawah ini.
Contoh Perilaku Istiqamah
Contoh perilaku istiqamah tidak hanya dapat ditemukan dalam konteks ibadah, tetapi juga bisa dalam berbagai aspek kehidupan, seperti:
1. Istiqamah dalam Ibadah
Dalam Islam, setiap umat dituntut untuk beribadah secara istiqamah. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt dalam QS. Al-Fussilat: 30, yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.'"
Berikut beberapa contoh istiqamah dalam menjalankan ibadah:
Salat lima waktu tepat waktu. Menjaga salat lima waktu di awal waktu meskipun dalam kondisi sibuk.
Selalu membaca Al-Qur’an setiap hari. Membiasakan membaca Al-Qur’an, meskipun hanya satu halaman setiap hari.
Berpuasa sunah secara rutin. Melakukan puasa Senin—Kamis atau puasa Ayyamul Bidh setiap bulan.
Dzikir dan doa setelah salat. Tidak terburu-buru setelah salat, tetapi tetap meluangkan waktu untuk berzikir.
2. Istiqamah dalam Akhlak dan Perilaku
Akhlak yang baik harus selalu dijaga, tidak hanya dalam kondisi tertentu, tetapi sepanjang waktu. Beberapa contoh istikamah dalam akhlak adalah:
Selalu berkata jujur. Tidak berbohong dalam kondisi apa pun, meskipun dalam situasi sulit.
Menepati janji. Tidak mengingkari janji yang telah dibuat, baik pada manusia maupun Allah.
Bersikap adil dan amanah. Bertanggung jawab dalam pekerjaan dan tidak menyalahgunakan kepercayaan orang lain.
Menghormati orang tua dan guru. Tak hanya saat membutuhkan sesuatu, tetapi setiap saat dalam kehidupan.
Baca Juga: 7 Contoh Perilaku yang Tidak Menghormati Orang Lain dalam Melaksanakan Ibadah
3. Istiqamah dalam Pekerjaan dan Kedisiplinan
Dalam dunia kerja dan pendidikan, istiKamah juga sangat diperlukan agar seseorang tetap produktif dan sukses. Contohnya seperti:
Datang tepat waktu ke kantor atau sekolah. Tidak terlambat dan selalu menghargai waktu.
Bekerja dengan penuh tanggung jawab. Tidak bermalas-malasan atau menghindari tugas.
Terus belajar dan meningkatkan keterampilan. Tidak berhenti menambah ilmu meskipun sudah merasa cukup.
Menjaga etos kerja dan profesionalisme. Tetap bekerja dengan baik meskipun tidak diawasi oleh atasan.
4. Istiqamah dalam Berbuat Kebaikan
Kebaikan tidak hanya dilakukan sekali-sekali, tetapi harus menjadi kebiasaan. Beberapa contoh istikamah dalam kebaikan adalah:
Rajin bersedekah meskipun sedikit. Memberikan bantuan ke orang lain sesuai kemampuan tanpa menunggu kaya.
Membantu sesama tanpa mengharap imbalan. Menolong orang lain dengan tulus, baik berupa tenaga, waktu, maupun ilmu.
Menjaga silaturahmi. Tidak hanya menghubungi keluarga atau teman saat membutuhkan bantuan, tetapi secara rutin menjalin komunikasi.
Menjaga kebersihan dan lingkungan. Selalu menjaga kebersihan rumah, tempat kerja, dan lingkungan sekitar.
5. Istiqamah dalam Menjauhi Perbuatan Buruk
Selain istikamah dalam melakukan kebaikan, seseorang juga harus tetap teguh dalam menghindari perbuatan buruk. Contohnya:
Menghindari gosip dan fitnah. Tidak ikut serta dalam membicarakan keburukan orang lain.
Menjauhi minuman keras dan narkoba. Tidak tergoda dengan ajakan untuk melakukan perbuatan haram.
Menahan emosi dan amarah. Tidak mudah tersulut emosi dan selalu berusaha berpikir jernih sebelum bertindak.
Mengontrol penggunaan media sosial. Tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan hoaks atau hal negatif.
(NDA)
