3 Contoh Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam dan Penjelasannya

ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alam memberikan banyak manfaat untuk manusia dengan berbagai macam sumber daya yang dapat digunakan manusia untuk segala macam kebutuhannya. Namun dalam penggunaan sumber daya alam tersebut tetap harus ada batasan dan digunakan dengan secukupnya sesuai keperluan yang dibutuhkan, tidak digunakan secara berlebihan sampai merusak alam.
Alam tidak hanya untuk digunakan hasil dan sumber dayanya namun juga harus dilestarikan. Pelestarian lingkungan hidup bertujuan untuk memelihara alam supaya tetap terjaga, tidak rusak, serta menjaga makhluk hidup lain yang bergantung pada alam, yaitu hewan-hewan di alam bebas.
Sekarang kita akan menyimak mengenai contoh interaksi manusia dengan lingkungan alam yang berdampak positif dan merupakan upaya melestarikan alam.
Tiga Contoh Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam dan Penjelasannya
Berikut ini adalah contoh interaksi manusia dengan lingkungan alam yang termasuk upaya pelestarian lingkungan dan berdampak positif bagi manusia dan lingkungan, bersumber dari buku Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Sabartiyah (2019: hlm 25-27).
Penghijauan
Penghijauan adalah suatu usaha yang mencakup kegiatan penanaman tanaman keras, rerumputan serta pembuatan teras dan bangunan pencegah erosi di areal yang tidak termasuk areal hutan negara atau di areal lain yang berdasarkan rencana tata guna tanah tidak diperuntukkan sebagai hutan.
Inisiatif penghijauan biasanya muncul dari petani dan masyarakat sekita lingkungan yang melihat kondisi lingkungan yang rusak. Dalam pelaksanaannya juga sering terjadi kerja sama antara masyarakat dan pemerintah.
Pada penghijauan, sistem penanaman yang digunakan di antaranya sistem penanaman dengan jarak tanam 5x5 m dan penanaman dengan sistem jalur penyekat.
Reboisasi
Sedangkan reboisasi adalah usaha penanapan atau permudaan pohoh-pohon serta jenis tanaman lain di area hutan negara dan di area lain yang berdasarkan rencana tata guna tanah untuk hutan.
Berbeda dengan penghijauan, reboisasi yang dihijaukan bukan milik perorangan tapi milik pemerintah, sehingga seluruh keperluan untuk pelaksanaannya disediakan oleh pemerintah.
Pada reboisasi sistem penanaman yang digunakan di antaranya sistem tumpangsari, sistem banjar harian bibit, dan sistem jalur penyekat.
Dampak positif dari program ini adalah lingkungan hidup, tumbuhan, pohon, hutan menjadi lestari dan manusia mendapat cadangan oksigen dan penahan tanah dari banjir karena pohon-pohon tersebut.
Program Kali Bersih (Prokasih)
Sungai atau kali adalah sumber air terdekat untuk pemukiman warga, namun sering ditemui sungai yang tercemar karena industri atau karena warga yang membuang sambah sembarangan. Untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sunga, Program Kali Bersih bertujuan seperti berikut:
Mengendalikan pencemaran air
Meningkatkan daya dukung lingkungan agar dapat menunjang keberhasilan kegiatan pembangunan di segala sektor
Mencegah penurunan kualitas dan daya guna air
Pengembangan dan pengelolaan lingkungan hidup
Dampak positif yang diberikan air sungai menjadi bersih, sungai tetap lestari, dan manusia mendapatkan sumber air yang bersih.
Itulah tiga contoh interaksi antara manusia dan lingkungan alam yang berdampak positif dan merupakan upaya pelestarian dan menjaga lingkungan hidup di sekitar kita.(IND)
