Konten dari Pengguna

3 Fakta Said Didu, Mantan Sekretaris Kementerian di BUMN

Berita Update

Berita Update

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Said Didu. Foto: doc. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Said Didu. Foto: doc. kumparan

Apakah Anda mengenal sosok Said Didu? Bagi Anda yang mengikuti berita politik terkini pasti tidak asing dengan nama tersebut. Pemilik nama lengkap Muhammad Said Didu adalah seorang mantan sekretaris dari Kementerian BUMN. Pada bulan Mei kemarin, Said Didu resmi berumur 58 tahun.

Tidak banyak yang tahu fakta tentang sosok tersebut. Bagi Anda yang penasaran siapa sosok Said Didu, maka wajib membaca ulasan ini. Berikut beberapa fakta singkat tentang sosok yang kerap mengundang kontroversial ini.

Fakta Said Didu, yang Kerap Mengundang Kontroversi

1. Memiliki Karier Cemerlang

Ternyata, Muhammad Said Didu adalah sosok yang memiliki karier cemerlang. Beliau berhasil mengawali perjalanannya mulai dari bawah sebelum sampai menjadi komisaris BUMN. Saat usianya mencapai 23 tahun, Said Didu menjadi ASN di BPPT atau Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Kemudian, di umurnya yang ke-31, beliau berhasil menjadi eselon III di tempat tersebut. Keberhasilannya di BPPT membuka jalan untuk lebih sukses. Beliau diminta untuk menjadi seorang sekretaris di BUMN dan menyetujuinya. Saat jabatannya dicopot, Said Didu menjadi Staf Khusus Menteri ESDM.

2. Diplot Menjadi Komisaris Dua BUMN

Saat Said Didu diangkat menjadi sekretaris, namanya berhasil mencuri perhatian publik. Bahkan, beliau juga diplot untuk menjabat sebagai komisaris di dua tempat. Yakni menjadi komisaris di PT Bukit Asam Tbk dan PTPN IV. Pada tahun 2018, jabatan Said Didu dicopot dari PT Bukit Asam Tbk

Penyebab pencopotan sosok Said Didu lantaran tidak sejalan dengan pemegang saham. Pencopotan tersebut dilakukan oleh Rini Soemarno, eks dari Menteri BUMN.

3. Mundur dari Posisi ASN

Setelah mundur dari ASN, sosok Said Didu kerap menampilkan secara lantang mengenai kritikannya terhadap kebijakan pemerintah. Sosok tersebut menganggap bahwa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dinilai tidak sesuai. Salah satunya adalah mendorong pembatalan rencana terkait pemindahan ibu kota negara.

Menurut Said Didu, dana tersebut lebih baik digunakan untuk mengatasi masalah pandemi akibat covid-19. Sosok tersebut memutuskan mundur dari ASN pada tahun 2019 meski masih mempunyai 8 tahun sebelum pensiun. Alasan pensiun yang diungkapkan olehnya adalah karena ingin menuangkan pemikiran secara objektif.(Ang)