Konten dari Pengguna

3 Jenis Cairan/Fluida yang Digunakan pada System Hydraulic di Pesawat Udara

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 3 Jenis Cairan/Fluida yang Digunakan pada System Hydraulic. Sumber foto: Unsplash/John Mcarthur
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 3 Jenis Cairan/Fluida yang Digunakan pada System Hydraulic. Sumber foto: Unsplash/John Mcarthur

Ada 3 jenis cairan/fluida yang digunakan pada system hydraulic di pesawat udara yang perlu diketahui. Cairan hydraulic pada system hydraulic berfungsi untuk menyalurkan dan mendistribusikan tenaga ke berbagai macam unit.

Berbagai macam unit ini akan digerakkan cairan hidraulik juga berfungsi sebagai media pelumasan. Hal ini mengurangi gesekan yang terjadi pada bagian-bagian komponen yang bergerak.

3 Jenis Cairan/Fluida yang Digunakan pada System Hydraulic

Ilustrasi 3 Jenis Cairan/Fluida yang Digunakan pada System Hydraulic. Sumber foto: Unsplash/Jasonrosewell

Cairan dapat berfungsi sebagai media pelumasan karena sifatnya yang hampir sama sekali tidak berubah/mengecil (incompressible). Untuk menjamin agar system hydraulic dapat bekerja dengan baik dibutuhkan operasi sistem yang tepat.

Hal tersebut untuk menghindari kerusakan pada komponen non-logam dari sistem hidrolik. Oleh karena itu, cairan yang benar harus digunakan.

Dikutip dari buku Airchaft Systems, Mustaghfirin (2014: 23), berikut ini 3 jenis cairan/fluida yang digunakan pada system hydraulic di pesawat udara yang perlu diketahui.

1. Fluida atau Cairan Hidrolik dari Tumbuh-tumbuhan (Vegetable Base)

  1. Kode: MIL-H-7644

  2. Komposisi: Caster oil dan alkohol

  3. Ciri: Berbau alkohol dan mudah terbakar

  4. Warna: Biru

  5. Seal: Bahan sealing terbuat dari bahan karet alam atau natural rubber, mempunyai sifat tidak tahan terhadap minyak hydraulic selain vegetable base ini. Jadi, jika terkontaminasi dengan minyak hydraulic lain, sealing akan mengalami kerusakan.

2. Fluida atau Cairan Hidrolik dari Bahan Mineral (Mineral Base Hydraulic Fluid)

  1. Kode: MIL-H-5606

  2. Komposisi: Diproses dari hasil minyak bumi

  3. Ciri: Berbau seperti bau oli dan mudah terbakar

  4. Warna: Merah

  5. Seal: Bahan sealing terbuat dari bahan karet sintetis atau syntetic rubber atau Buna-N. Jika, terkontaminasi dengan minyak hydraulic lain, sealing akan mengalami kerusakan.

3. Fluida atau Cairan Hidrolik dari Bahan Syntetic (Fosfat Ester Base Fluid)

  1. Kode: Skydrol 500 b atau Skydrol-LD

  2. Komposisi: Non petroleum

  3. Ciri: Tahan panas dan tahan api sampai 6000 F. Skydrol 500 B memiliki karakteristik, baik digunakan pada temperatur rendah.

    Skydrol 500 B memiliki efek samping yang kecil terhadap korosi. Sedangkan, Skydrol-LD atau low weight fluid digunakan pada pesawat jet transport di mana berat menjadi faktor utama.

  4. Warna: Ungu merah (Clear purple)

  5. Seal: Dibuat dari bahan Butyl Rubber atau Ethylene - Propylene Elastomer.

Baca juga: Penjelasan Komponen-komponen pada Hydraulic System Pesawat Udara

Itulah 3 jenis cairan/fluida yang digunakan pada system hydraulic di pesawat udara yang perlu diketahui. Semoga informasi tersebut dapat membantu menambah wawasan para pembaca tentang pesawat udara. (Gin)