News
·
1 April 2021 10:54

3 Rumah Adat Jawa Timur dengan Nilai Budaya yang Kental

Konten ini diproduksi oleh Berita Update
3 Rumah Adat Jawa Timur dengan Nilai Budaya yang Kental (74106)
Ilustrasi rumah adat Jawa Timur, sumber foto: https://www.flickr.com/
Indonesia memang kaya akan kebudayaan. Di Pulau Jawa saja ada beraneka ragam suku dengan budaya masing-masing. Meskipun terlihat serupa satu sama lain, namun budaya masyarakat Jawa Timur berbeda dengan Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan dan lainnya. Begitu pula rumah adat Jawa Timur yang ternyata terdiri dari beberapa jenis.
ADVERTISEMENT

3 Rumah Adat Jawa Timur

Adapun 3 jenis rumah adat di Jawa Timur dengan nilai budaya yang kental adalah sebagai berikut:
1. Rumah Adat Joglo Situbondo
Dilansir dari (Mengenal Seni & Budaya 34 Provinsi di Indonesia) (R. Rizky&T.Wibisono) (2015:65), rumah adat dari Jawa Timur serupa dengan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, yaitu Rumah Joglo.
Rumah Joglo sendiri berbentuk bujur sangkar. Di bagian tengah ruangan ada 4 tiang utama yang menyangga susunan balok berukir. Rumah joglo umumnya tidak memiliki kamar dan pintu belakang. Pintu masuk ada di samping rumah. Serambi depan digunakan untuk menerima tamu pria dan serambi belakang digunakan untuk menerima tamu wanita.
Meski begitu, rumah adat joglo Situbondo memiliki keunikan tersendiri, yaitu mempunyai kamar dan berbentuk limas atau dara geprak dengan penyangga utama berupa kayu jati. Rumah adat yang satu ini melambangkan Kejawen yang berakar pada sinkretisme.
ADVERTISEMENT
Tata ruang dari rumah ini melambangkan harmonisme antar sesama umat manusia dengan lingkungannya. Di bagian depan rumah, ada sebuah makara atau selur gelung yang merupakan pintu dengan hiasan yang diyakini bisa mengusir hal negatif agar tidak masuk ke rumah.
Bangunan depan rumah adat ini berupa pendopo dan badan rumahnya terbagi menjadi 3 bagian sebagai berikut:
  • Senthong tengen: kamar kanan untuk dapur dan gudang
  • Senthong kiwo: kamar kiri untuk area kamar tidur
  • Senthong tengah: tempat penyimpanan benda pusaka dan berharga
2. Rumah Adat Tengger
Rumah adat suku Tengger berada di daerah lereng dari Gunung Bromo, Jawa Timur. Bangunannya mempunyai konstruksi bubungan atap yang tinggi dengan 1 sampai 2 jendela. Material utamanya adalah batang kayu atau papan. Di bagian depan rumah, ada bale-bale yang menyerupai dipan sebagai tempat duduk. Di bagian atapnya, terdapat bubungan atap yang bertumpuk, terjal, dan meninggi.
ADVERTISEMENT
Uniknya, rumah adat ini dibangun dengan pola yang tidak teratur dan dengan jarak antar rumah yang saling berdekatan (hanya dipisahkan jalur pejalan kaki nan sempit). Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi serangan cuaca dingin.
3. Rumah Adat Dhurung
Rumah adat yang satu ini mengusung bentuk saung, yang berarti tanpa dinding. Rumah Dhurung mempunyai atap yang tinggi dan besar yang terbuat dari rumbai daun pohon dheum. Rumah ini dijadikan masyarakat sekitar sebagai tempat berkumpul, bercengkrama, dan beristirahat.
Rumah adat ini sering dijadikan tempat untuk ajang mencari jodoh. Maka dari itu, rumah ini umumnya diletakkan di samping atau depan rumah tinggal. Rumah dhurung yang berukuran besar umumnya dijadikan sebagai tempat penyimpanan lumbung padi lengkap dengan jelepeng.
ADVERTISEMENT
Demikianlah ulasan mengenai 3 rumah adat Jawa Timur yang kaya akan nilai budaya. (BR)