4 Bentuk Pengamalan Surat Ad-Duha dalam Ajaran Islam

ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat Ad-Duha terdiri dari 11 ayat, dan termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Terdapat bentuk pengamalan surat Ad-Duha yang perlu diketahui oleh umat Muslim.
Duha adalah waktu pagi menjelang siang, atau ketika matahari naik sepenggalah. Waktu ini juga merupakan saat dilaksanakannya ibadah shalat sunnah Dhuha.
4 Bentuk Pengamalan Surat Ad-Duha dalam Kehidupan Sehari-Hari
Surat Ad-Duha turun sebagai penghiburan kepada Nabi Muhammad saw, usai wahyu tak turun padanya berbulan-bulan. Dikutip dari buku Jika Bersedih Dilarang, untuk Apa Tuhan Menciptakan Air Mata? Urfa Qurrota Ainy (2022:58), inilah 4 bentuk pengamalan surat Ad-Duha dalam Islam.
1. Ayat Satu
Surat Ad-Duha diawali dengan,
"Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah)".
Ayat ini menggambarkan waktu duha dengan suasana hati yang sedang bahagia, cerah, semarak, dan optimis. Duha menjadi simbol yang memvisualisasikan fase hidup yang menyenangkan.
Oleh sebab itu, umat Muslim wajib mensyukuri datangnya hari baru dengan penuh semangat dan rasa optimis. Tidak saja masih diberi umur dan bernafas, namun juga kesempatan untuk melakukan amal kebaikan.
2. Ayat Dua
Selanjutnya ayat dua Ad-Duha berbunyi,
"dan demi malam apabila telah sunyi",
Sungguh kontras dengan suasana waktu duha, malam hari adalah waktu yang sangat sunyi, gelap gulita, dan hampir tak ada kehidupan.
Ini seperti mewakili kenyataan, bahwa hidup ini memang hanya pergantian dari satu fase ke fase lainnya. Terkadang hidup cerah, seperti waktu duha, tetapi tak jarang pula hidup segelap malam.
Sebagai muslim, hendaknya meyakini bahwa saat hidup terasa gelap, jangan lupa bahwa ada matahari pagi yang akan segera bersinar setelahnya. Itulah sebabnya, muslim dilarang untuk berputus asa.
3. Ayat Enam Hingga Delapan
Ayat enam hingga delapan surat Ad-Duha adalah sebagai berikut.
"Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu). Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan".
Bentuk pengamalan surat Ad-Duha pada ayat enam hingga delapan, adalah yakin dan percaya jika mampu melewati segala cobaan dan ujian di dunia, selagi masih berpegang pada Allah Swt.
4. Ayat Sembilan dan Sepuluh
Bunyi ayat sembilan dan sepuluh surat Ad-Duha, yaitu.
"Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya)".
Ayat ini mengajarkan untuk berbuat baik kepada anak yatim dan bersedekah kepada orang yang membutuhkan.
Baca juga: Pengamalan Surat Al Bayyinah Ayat 5 Bagi Umat Muslim
Bentuk pengamalan surat Ad-Duha adalah selalu berprasangka baik kepada Allah Swt. Baik di fase kehidupan bersyukur, maupun saat harus bersabar. (DK)
