4 Contoh Tilawah Alquran untuk Anak SD

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja contoh tilawah Alquran untuk anak SD? Mari simak 4 contoh tilawah Alquran untuk tingkat sekolah dasar berikut ini.
Contoh Tilawah Alquran untuk Anak SD
Membaca Alquran harus dengan tartil dan sesuai dengan tajwid. Mengutip dari Isyatami Aulia dan Nashih dalam MUIdigital bila seseorang membaca Alquran tanpa ilmu tajwid, khawatir akan terjadi kesalahan serta megubah makna ayat Alquran. Oleh sebab itu, untuk tilawah Alquran siswa Sekolah Dasar (SD), sebaiknya membaca surat-surat pendek yang terdapat pada juz 30.
Surat pendek memiliki jumlah ayat yang lebih singkat. Jadi, anak SD akan lebih mudah untuk menghafal, memahami tajwid, serta maknanya. Berikut adalah 4 contoh surat pendek yang dapat dibaca anak SD saat tilawah Alquran.
Surat Al Humazah – 9 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ ١
Celakalah setiap pengumpat lagi pencela
ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ ٢
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya.
يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ ٣
Dia (manusia) mengira bahwa hartanya dapat mengekalkannya.
كَلَّا لَيُنْۢبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِۖ ٤
Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحُطَمَةُ ۗ ٥
Tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah?
نَارُ اللّٰهِ الْمُوْقَدَةُۙ ٦
(Ia adalah) api (azab) Allah yang dinyalakan
الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الْاَفْـِٕدَةِۗ ٧
yang (membakar) naik sampai ke hati.
اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌۙ ٨
Sesungguhnya dia (api itu) tertutup rapat (sebagai hukuman) atas mereka,
فِيْ عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ ࣖ ٩
(sedangkan mereka) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
Surat Al Fil – 5 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ١
Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ٢
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ٣
Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong
تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ٤
yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ ٥
sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
Surat Quraisy – 4 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ١
Disebabkan oleh kebiasaan orang-orang Quraisy,
اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ٢
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan banyak keuntungan),
فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ٣
maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah)
الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ࣖ ٤
yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.
Surat Al Ma’un – 7 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ ١
Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ ٢
Itulah orang yang menghardik anak yatim
وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ ٣
dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ ٤
Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat,
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ ٥
(yaitu) yang lalai terhadap salatnya,761)
761) Melalaikan salat mencakup lalai akan waktu dan tujuan salat serta bermalasan dalam mengerjakannya.
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ ٦
yang berbuat riya,762)
762) Riya adalah melakukan sesuatu perbuatan tidak untuk mencari keridaan Allah, tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ ࣖ ٧
dan enggan (memberi) bantuan.
Itulah 4 referensi surat pendek yang dapat dibaca untuk tilawah anak SD. Ziad Khaled Moh al Deghameen dalam Wulur (2015: 36) pada buku yang berjudul Psikoterapi Islam menyebutkan bahwa tilawah adalah mengikuti petunjuk dan aturan-aturan kitab suci yang berarti keharusan (serta) berkesinambungan dalam memahami makna dan kebenaran-kebenarannya dalam hati.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dipahami bahwa untuk belajar Alquran sangat memerlukan guru agama Islam atau guru mengaji supaya bisa memahami aturan, makna, serta cara membacanya dengan baik. Selamat mendampingi anak Anda belajar Alquran dan mencari guru agama Islam yang kompeten untuknya. (AA)
