4 Jenis-Jenis Skala Pengukuran yang Sering Digunakan dalam Penelitian

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam penelitian, terdapat sejumlah skala yang bisa digunakan oleh para peneliti. Oleh karena itulah, penting bagi setiap peneliti untuk mengetahui jenis-jenis skala pengukuran yang sering digunakan.
Dengan begitu, maka peneliti dapat lebih mudah dalam menentukan jenis skala pengukuran manakah yang paling tepat untuk penelitian mereka. Jadi, nantinya proses penelitian dapat berjalan dengan lebih lancar.
Jenis-Jenis Skala Pengukuran dalam Penelitian
Mengutip dari buku Metodologi Penelitian Bisnis dan Manajemen: Teori dan Aplikasi, Siswoyo Haryono (2012), berikut ini adalah penjelasan tentang jenis-jenis skala pengukuran dalam penelitian yang sering digunakan.
1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang paling sederhana dan paling banyak digunakan. Namun, jenis skala ini hanya cocok untuk penelitian yang mencari pengkategorian saja. Contohnya seperti kategori lambang, simbol, atau label.
Umumnya, pengkategorian ini digunakan untuk mengelompokkan data sesuai kategorisasinya. Adapun berbagai ciri-ciri dari skala nominal adalah sebagai berikut.
Tidak dijumlah bilangan pecahan.
Tidak mempunyai ranking.
Tidak mempunyai nol mutlak.
Angka hanya bersifat sebagai label saja.
Tidak mempunyai ukuran yang baru.
Menggunakan statistik non parametric.
2. Skala Ordinal
Skala ordinal adalah skala pengukuran yang menunjukkan jarak interval antar tingkatan tidak harus sama. Pengkategorisasian skala ordinal disusun berdasarkan pada urutan terendah ke tingkat yang lebih tinggi.
Beberapa ciri dari skala ordinal antara lain sebagai berikut.
Data saling memisah.
Data bersifat logis dan juga mengikuti aturan.
Kategori data ditentukan oleh skala yang didasarkan pada jumlah karakteristik yang dimiliki.
3. Skala Interval
Skala interval adalah skala pengukuran yang sering digunakan untuk menyatakan peringkat untuk antar tingkatan. Pada skala interval ini tidak memiliki nilai nol. Sebab, nilai nol yang dimaksud hanya menggambarkan satu titik dalam skala saja.
Adapun ciri-ciri skala pengukuran interval antara lain sebagai berikut.
Data bersifat saling memisah dan bersifat logis.
Data ditentukan dari skala berdasarkan jumlah karakteristik khusus yang dimilikinya.
Angka 0 hanya menggambarkan titik dalam skala, tetapi sebenarnya tidak mempunyai nilai nol absolut.
4. Skala Rasio
Skala rasio adalah skala pengukuran data dalam penelitian yang lebih sering digunakan untuk membedakan, mengurutkan, dan juga membandingkan data. Berikut adalah ciri-ciri skala rasio yang penting untuk dipahami.
Data bersifat saling memisah.
Data bersifat logis serta mengikuti aturan.
Kategori data ditentukan skala berdasarkan pada karakteristik khusus.
Baca Juga: Jenis-Jenis Traktor Berdasarkan Kegunaannya
Dari penjelasan di atas, semoga kini para peneliti sudah lebih paham tentang jenis-jenis skala pengukuran. Dengan begitu, peneliti bisa memilih jenis skala yang sesuai dengan variabel penelitiannya. (Anne)
