Konten dari Pengguna

5 Amalan Nisfu Syaban yang Sayang Apabila Terlewatkan

Berita Update

Berita Update

·waktu baca 5 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wanita mengerjakan amalan pada nisfu Syaban. Foto: unsplash.com/arunanoop
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita mengerjakan amalan pada nisfu Syaban. Foto: unsplash.com/arunanoop

Nisfu Syaban merupakan hari mulia yang ada di bulan Syaban. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan kepada Allah SWT. Berikut 5 amalan nisfu Syaban yang dapat diamalkan umat Islam dan sangat disayangkan apabila sampai terlewatkan.

5 Amalan Nisfu Syaban

Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Bulan tersebut merupakan bulan yang sangat istimewa. Sebab bulan Syaban menjadi momen untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan suci Ramadhan.

Walaupun seluruh hari dalam bulan Syaban adalah hari yang istimewa, namun terdapat hari yang sangat mulia yang berada di tanggal 15 Syaban, yakni nisfu Syaban.

Banyak umat Muslim yang meyakini bahwa pada nisfu Syaban menjadi hari pencatatan amalan keseharian manusia yang dicatat malaikat Raqib dan Atid. Selain itu, Allah SWT akan membuka lembaran amalan baru kepada umatnya. Sehingga dengan pergantian catatan amal tersebut perlu di isi dengan kebaikan.

Ilustrasi laki-laki melaksanakan amalan yang dianjurkan pada nisfu Syaban. Foto: unsplash.com/mufidpwt

Banyak sekali amalan yang bisa dikerjakan pada nisfu Syaban. Namun setidaknya terdapat 5 amalan yang bisa dikerjakan umat Muslim pada hari mulia tersebut. Seperti yang dikutip dari buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa'adah (2015).

1. Puasa Nisfu Syaban

Amalan pertama yang dapat diamalkan umat Muslim pada nisfu Syaban adalah berpuasa sunnah. Hal ini didasarkan oleh sebuah hadits yang dijelaskan dari Ali bin Abi Thalib ra., berkata Rasulullah Saw., bersabda,

"Jika datang malam Nisfu Sya'ban maka bangunkanlah malamnya dan berpuasalah di siang harinya, sesungguhnya Allah Tabarakan wa Ta'ala berfirman, "Tiadakah orang yang meminta ampun, maka aku akan memberinya ampunan? Tiadakah orang yang meminta rezeki maka aku akan memberinya rezeki? Tiadakah yang meminta, maka aku akan memberinya? Sampai terbitnya fajar." (HR. Ibnu Majah no. 444)

2. Melaksanakan Shalat Malam

Setelah berpuasa pada siang hari, pada malam harinya umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Sebagaimana yang dijelaskan Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin,

“Bagian sholat sunnah yang ketiga yaitu sholat sunnah yang terulang tiap tahunnya. Ada 4 jenis yaitu, sholat ied, tarawih, sholat raghib, dan sholat nisfu Syaban.”

Seperti halnya dengan ibadah lainnya, untuk mengamalkan shalat sunnah nisfu Syaban diwajibkan untuk membaca niat. Berikut bacaan niat shalat sunnah nisfu Syaban.

اُصَلِّىْ سُنَّةً نِصْفُ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَ

Usholli sunnatan nisfu sya'baana rak'ataini lillahi ta'ala

Artinya, "Saya shalat sunnat Nisfu Sya'ban dua rakaat karena Allah Ta'ala."

3. Membaca Surat Yasin Sebanyak 3x

Selain melaksanakan shalat sunnah pada malam nisfu Syaban, umat Muslim dianjurkan untuk membaca Surat Yasin sebanyak 3x.

Bacaan Surat Yasin pertama diniatkan agar Allah SWT memberikan panjang umur. Bacaan kedua diniatkan agar dijauhkan dari segala bala dan diberikan rezeki. Bacaan ketiga diniatkan agar tidak tergantung dengan orang lain dan diberi husul khatimah.

4. Membaca Doa Nisfu Syaban

Disela-sela membaca Surat Yasin, umat Muslim juga dianjutkan untuk membaca doa nisfu Syaban. Adapun bacaan doa yang dapat nisfu Syaban yang dapat diamalkan yakni:

اللَهُمَّ يَا ذَا المَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ

اللَهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِي

وَاكْتُبْنِي عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الحَقُّ فِي كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn.

Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn.

Artinya:

"Wahai Tuhanku yang Maha Pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabMu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT."

5. Banyak Berdoa Kepada Allah SWT

Sebagai hari yang sangat mulia, umat Muslim dianjurkan untuk banyak berdoa kepada Allah SWT saat hari tersbut datang. Seperti yang dijelaskan dari Mu’adz bin Jabal, Rasulullah SAW bersabda,

"Allah melihat kepada semua hamba-Nya di malam Nisfu Sya'ban, kemudian memberikan pengampunan kepada mereka semuanya kecuali kepada musyrik dan orang yang selalu mengajak kepada perselisihan." (HR. An-Nasa'i dan Al-Baihaqi)

Dengan mengetahui amalan-amalan yang dapat dikerjakan saat nisfu Syaban, dapat menjadi semangat untuk mengamlakan amalan tersebut. Sehingga Allah SWT membalas orang yang menyemarakan nisfu Syaban dengan pahala yang berlimpah. (MZM)