5 Contoh Permainan Tradisional yang Dilakukan Sendiri

Konten dari Pengguna
27 Agustus 2021 16:12
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
5 Contoh Permainan Tradisional yang Dilakukan Sendiri (34143)
zoom-in-whitePerbesar
Unplash.com - Contoh permainan tradisional yang dilakukan sendiri
ADVERTISEMENT
Permainan tradisional di Indonesia ada banyak sekali macamnya, ada yang dimainkan secara berkelompok dan ada juga contoh permainan tradisional yang dilakukan sendiri. Ada pula macam permainan yang dimainkan dengan alat juga tanpa alat. Alat yang digunakan sangat sederhana dan murah meriah karena dibuat dari bahan-bahan di sekitar. Sementara cara memainkannya tak jarang disertai nyanyian khas.
ADVERTISEMENT
Contoh permainan tradisional yang dilakukan sendiri umumnya adalah permainan yang juga bisa dilakukan secara berkelompok atau beramai-ramai. Hanya saja bila dilakukan sendiri tidak akan mengurangi keasyikan dan keseruannya.
Permainan tradisional adalah jenis-jenis permainan dari zaman dulu yang konsepnya sederhana, tanpa pemakaian mesin yang rumit, baterai, dan tentunya koneksi internet seperti permainan modern yang ada saat ini.

5 Contoh Permainan Tradisional yang Dilakukan Sendiri

Berikut ini 5 contoh permainan tradisional yang dilakukan sendiri dan tidak akan kehilangan keseruannya.
1. Kelereng
Kelereng termasuk dalam permainan yang juga salah satu hobi yang sangat digandrungi anak-anak pada masanya. Semakin lengkap jenis kelereng yang ia miliki, maka akan semakin keren sang anak di mata teman-temannya.
ADVERTISEMENT
Memainkan kelereng atau yang juga biasa disebut dengan gundu ini, pemain harus menyentil kelereng lawannya menggunakan gundu miliknya. Jika berhasil, maka ia berhak mengambil kelereng tersebut. Bila dimainkan sendiri, tentu saja aturan mainnya masih sama atau bisa disesuaikan dengan kemauan sang anak masing-masing.
2. Engrang
Egrang merupakan permainan yang berasal dari kebudayaan Indonesia yang wajib dilestarikan. Egrang adalah tongkat bambu tinggi yang dimainkan dengan cara dipijak dan mencoba berjalan menggunakan bambu tinggi tersebut.
Permainan anak tradisional ini sudah jelas bisa dilakukan sendiri karena fokusnya adalah keseimbangan tubuh. Bila dimainkan secara berkelompok, para pemain biasanya bertanding siapa yang bisa bertahan lebih lama berdiri atau berjalan menggunakan engrang. kalau ada yang terjatuh sebelum waktu yang telah ditentukan, maka ia dinyatakan gugur atau kalah.
ADVERTISEMENT
3. Gasing (gangsing)
Adu gasing adalah permainan tradisional Indonesia yang umumnya digemari oleh anak laki-laki. Walau tak menutup kemungkinan ada anak perempuan yang juga suka memainkannya karena memang seru sekali. Cara bermainnya yakni pemain hanya butuh memutarkan gasingnya lalu diadu siapakah pemilik gasing terlama.
4. Congklak
Congklak ialah permainan anak tradisional berupa papan berlubang yang berisi biji-biji kerang. Congklak memang seru bila dimainkan oleh dua orang, tapi bila dilakukan sendiri congklak tidak akan kehilangan rasa serunya. Congklak sangat mudah dimainkan, bahkan bisa dijadikan sebagai media untuk melatih kemampuan berhitung sang buah hati.
5. Lompat tali (lompat karet)
Jika bermain gasing mayoritas lebih disukai oleh anak laki-laki, maka keahlian bermain lompat tali atau lompat karet adalah hal yang umumnya sangat dibanggakan oleh anak-anak perempuan di masanya.
ADVERTISEMENT
Lompat tali bisa dimainkan secara berkelompok maupun individu. Cara memainkannya adalah pemain mencoba untuk melompati tali dari tingkat terendah (sebatas dengkul) hingga tingkat tertinggi (tali diangkat melebihi kepala).
Manfaat Permainan Tradisional bagi Anak-anak
Saat ini, mayoritas anak-anak lebih suka bermain dengan gawainya. Hampir tidak ada yang mau bermain keluar rumah dan melakukan permainan tradisional. Padahal menurut buku Permainan Tradisional: Prosedur dan Analisis Manfaat Psikologis, Iswinarti, 2017, permainan tradisional memiliki banyak sekali manfaat, di antaranya adalah:
  • Merangsang kreativitas anak
  • Menyehatkan badan
  • Mengajarkan sosialisasi sejak dini
  • Meningkatkan intuisi
  • Melatih kemampuan motorik halus
  • Melatih kemampuan berkomunikasi
  • Melatih kepekaan anak terhadap lingkungan
  • Mengajarkan sosialisasi sejak dini
  • Mengurangi risiko stres pada anak
Demikian tadi 5 contoh permainan tradisional yang dilakukan sendiri beserta dengan aturan mainnya, semoga permainan-permainan seperti ini bisa tetap ada dan dilestarikan. (DNR)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020