Konten dari Pengguna

5 Hal yang Terjadi Jika Hutan Bakau Rusak dan Cara Melestarikannya

12 Agustus 2021 9:17 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa yang Terjadi Jika Hutan Bakau Rusak?, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Apa yang Terjadi Jika Hutan Bakau Rusak?, Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Hutan bakau alias hutan mangrove adalah jenis hutan di perairan payau. Hutan yang sering dijadikan sebagai objek wisata ini harus terus dilestarikan dengan baik dan benar. Memang apa yang terjadi jika hutan bakau rusak? Bagaimana cara melestarikannya?
ADVERTISEMENT

Apa yang Terjadi Jika Hutan Bakau Rusak?

Apa yang Terjadi Jika Hutan Bakau Rusak?, Foto: Pixabay
Dikutip dari buku Konservasi Mangrove dan Kesejahteraan Masyarakat, Robert Siburian & John Haba, (2016:13), inilah 5 hal yang akan terjadi jika hutan bakau rusak:
Pantai akan terkikis oleh air laut, karena rusaknya fungsi akar hutan bakau yang berperan untuk menjaga pantai dari abrasi. Terkikisnya pantai ini dapat berdampak buruk pada pemukiman warga sekitar.
Seperti tumbuhan lainnya, pohon bakau juga berfungsi untuk menyerap karbondioksida. Jadi, kerusakan pohon bakau akan mengganggu proses penyerapan karbondioksida, hingga mengurangi udara bersih.
Rusaknya akar bakau yang menjadi tempat para ikan berkembang biak akan menyulitkan mereka untuk berkembang biak, hingga mengurangi populasi ikan.
ADVERTISEMENT
Ekosistem yang berlangsung di pantai akan terganggu, karena hutan bakau merupakan tempat biota darat dan laut hidup.
Keindahan pantai pun akan berkurang dan pada akhirnya akan mengurangi jumlah pengunjung yang selama ini (kedatangan dan aktivitasnya) mungkin saja menjadi pemasukan bagi warga sekitar.

Cara Melestarikan Hutan Bakau

Setelah mengetahui berbagai hal buruk yang dapat terjadi akibat kerusakan hutan bakau, inilah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan bakau:
Pohon bakau sebenarnya mampu menghasilkan bibit sendiri dari pohon induknya, tetapi proses alami itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Jadi, ada baiknya untuk menanam bibit bakau yang diperoleh dari hasil budidaya untuk mempercepat proses regenerasi tanaman bakau.
ADVERTISEMENT
Jika upaya reboisasi sepenuhnya bergantung pada manusia, maka berbeda dengan upaya restorasi berbeda, karena upaya ini sepenuhnya bergantung pada alam dan kemampuan hutan mangrove untuk kembali ke kondisinya seperti sedia kala. Ya, tanaman bakau memang mempunyai kemampuan restorasi, meskipun proses alami ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Selama proses restorasi ini berlangsung, manusia sebaiknya tidak menghambatnya dengan meningkatkan polusi tanah maupun air.
Selain karena berkurangnya pohon bakau, hutan bakau juga bisa rusak karena polusi air maupun tanah yang kebanyakan diakibatkan oleh perbuatan manusia. Maka dari itu, manusia juga perlu mengurangi polusi-polusi tersebut, dengan menggunakan produk ramah lingkungan, membuang sampah di tempatnya, dan lain-lain.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, diperlukan pengelolaan tata ruang di kawasan sekitar pantas untuk memperluas kawasan hutan bakau.
Edukasi yang mendalam tentang hutan bakau diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran di dalam diri masyarakat tentang betapa pentingnya hutan bakau. Dengan begitu, masyarakat akan turut berpartisipasi di dalam melestarikan hutan bakau.
Setelah memahami apa yang terjadi jika hutan bakau rusak, yuk kita jaga kelestarian hutan bakau yang indah ini!(BRP)